Kecewa, Suku Anak Dalam di Jambi Serang Mapolsek Pelepat

FAJAR.CO.ID — Mapolsek Pelepat diserang oleh kelompok Suku Anak Dalam (SAD) dari Kampung Pasir Putih, Dusun Dwi Karya, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi, Selasa petang (19/6/2018) sekira pukul 17.00 WIB.

Jumiatun, warga Senamat, mengatakan, SAD melakukan penyerangan karena merasa kecewa pada polisi. Pasalnya, laporan SAD tidak ditindaklanjuti oleh pihak Polsek Pelepat

“Sebelumnya anak SAD diganggu oleh orang, lalu mereka membuat laporan kejadian tersebut ke Polsek Pelepat, Namun, hingga sekarang tidak ada kelanjutan dari Polsek Pelepat,” sebutnya.

“SAD melakukan pelemparan ke arah Polsek Pelepat dengan menggunakan batu. Mereka juga membawa senjata api rakitan (kecepek) dan lainnya. Pihak polsek sepertinya juga kesulitan untuk meredam aksi ini.”

Jumiatun mengatakan, SAD dari Dharmasraya dan Merangin rencananya akan melakukan penyerangan susulan ke Polsek Pelepat terkait kejadian ini.

“Sekarang anggota Polisi, anggota damkar dan pol PP dan TNI dari Bungo jugo sudah rame di lokasi,” tutupnya, kemarin.

Sementara itu, hingga berita ini tayang di Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Hanya saja, Camat Pelepat, Sudirman, yang dihubungi Jambi Eskpres pada Selasa malam (19/6) sekitar pukul 21.30 WIB membenarkan adanya kejadian ini. Ia mengatakan pihaknya sedang mencoba untuk melakukan mediasi.

“Memang benar. Saat ini saya sedang di Polsek Pelepat untuk melakukan mediasi. Kita cuma bisa menyabarkan mereka agar tidak mengamuk. Nanti saya kabari lagi ya,” ucap Sudirman.

Hanya saja, keterangan berbeda diberikan oleh Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, saat dikonfirmasi koran ini, kemarin. Kendati membenarkan adanya kejadian ini, namun ia menyebut saat ini situasi sudah kondusif.

“Iya, kejadian tadi sore. Tapi sekarang kondisi sudah kondusif,” ujar AKBP Kuswahyudi Tresnadi, kepada wartawan, Selasa malam (19/6).

Menurutnya, kejadian bermula ketika terjadi pertikaian antara warga SAD yang bermukim di Merangin dan di Bungo. Kemudian di mediasi oleh Polsek Pelepat.

“Tapi, ada yang tidak puas dengan hasil mediasi itu. Jadi kantor Polsek dilempar. Kacanya aja yang pecah,” jelasnya. (ptm/pds)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...