Simpatisan IlhamSAH Diintimidasi Oknum Polisi, Kuasa Hukum: Kami Tidak Menuduh

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Ketua tim hukum pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantaeng, Ilham Azikin-Sahabuddin (IlhamSAH), Suardi menegaskan tidak pernah menuduh siapapun atau instansi manapun atas dugaan intimidasi simpatisan paslon nomor urut 3.

Untuk diketahui, simpatisan IlhamSAH, Ikbal (23) diduga mendapat intimidasi dari oknum anggota polisi Bantaeng yang berinisial B, Minggu (17/6/18). Ikbal juga diduga mendapatkan perlakuan dengan disulut rokok di bagian belakang telinganya, dan sampai sekarang masih berbekas.

“Perlu kami tegaskan bahwa berdasarkan penyampaian dari dia (Ikbal), kami menduga telah terjadi pengancaman yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi Polres Bantaeng berinisial B, sehingga apabila ada pemberitaan yang memuat kami menuduh pihak lain, itu adalah pemberitaan keliru,”tegas Suardi.

Lebih lanjut, Suardi menjelaskan bahwa Ikbal yang saat itu bertolak dari Desa Banyorang menuju Desa Batulabbu, singgah di suatu tempat karena mati lampu. Berselang beberapa menit kemudian, Ikbal didatangi oleh dua orang dan kemudian dibawa ke sebuah posko yang menurutnya itu posko paslon nomor urut 2, Andi Ugi-Andi Mappatoba. Dan dipaksa untuk mengakui dirinya melakukan money politik.

“Di posko tersebutlah Ikbal mendapat pemaksaan untuk mengakui bahwa dirinya membawa uang untuk dibagi-bagi,” terangnya.

Selain itu, Suardi juga menyayangkan oknum polisi yang diduga mengintimidasi Ikbal. Menurutnya, jika memang simpatisan nomor urut 3 itu tujuannya diamankan karena melakukan praktik money politik, seharusnya yang dihubungi aparat kepolisian setempat atau bhabinkamtibmas sesuai Pasal 27 Perkap No 3 Tahun 2015.

“Selain itu, jika memang untuk keamanan Ikbal seharusnya dibawa langsung ke Polres Bantaeng atau bahkan ke rumahnya, tapi malah dibawa ke posko pemenangan nomor urut 2 yang ada di Lamalaka,” jelasnya.

Tak hanya disulut rokok, Ikbal juga diancam dengan senjata api dalam perjalanan menuju Desa Batulabbu. Untuk itu, pihak keluarga Ikbal menyayangkan perlakuan tersebut dan melaporkan kejadian tersebut ke propam Polres Bantaeng sekaligus meminta agar Polres Bantaeng tetap menjaga netralitas dalam pilkada Bantaeng. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar