Soal Haji Lulung, Ketua DPW PPP Disindir Jangan Baper

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Politisi PPP DKI Jakarta, Riano P Ahmad menanggapi pernyataan Ketua DPW PPP Abdul Aziz yang mengaku tak pernah memecat Abraham Lunggana (Haji Lulung) karena menolak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Riano meminta Aziz kreatif jika ingin merilis sebuah berita tanpa mendompleng pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

"Kalau Aziz mau bikin berita, saya minta Aziz punya ide sendiri mengomentari Haji Lulung, jangan mbonceng pak Wagub dong," kata Riano kepada wartawan di Jakarta, Selasa malam (19/6).

Riano menegaskan, bantahan apapun yang dilontarkan Aziz mustahil bisa menghapus ingatan publik perihal dukungan PPP baik kubu Djan Farid, kubu Romahurmuzy dan PPP Aziz yang pada Pilkada DKI 2017 lalu kompak mendukung penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Tentu Aziz tidak akan lupa, soal pemecatan terhadap Haji Lulung oleh Djan Farid dilakukan sehari setelah Haji Lulung mendeklarasikan diri mendukung Anies-Sandi. Haji Lulung deklasi 12 Maret 2017, dan langsung dipecat keesokan harinya pada 13 Maret," beber dia.

"Nah, saat PPP Djan memecat Haji Lulung, Romy dan Aziz kan diam. Diamnya Romy-Aziz bisa diartikan juga mengamini pemecatan Haji Lulung. Karena saat itu mereka (Djan, Romy dan Aziz) semuanya mendukung Ahok," ungkapnya.

Selain itu, klaim Aziz yang menyebut Romy tak pernah memecat Haji Lulung juga tidak sepenuhnya benar. Dalam catatan Riano, Ketua DPP PPP kubu Romahurmuzy yang saat itu masih dualisme, juga pernah memecat Haji Lulung dengan alasan tak disiplin.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...