IYL-Cakka Tak Dominan Karena None Pilih Netral di Pilgub Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pada pilkada gubernur (pilgub) Sulsel kali ini, klan Yasin Limpo (YL) tidak lagi mendominasi pertarungan sebagaimana pertarungan pilgub 2013 lalu dimana klan YL selalu mendominasi baik secara survei maupun kondisi di lapangan.

Dari sekian banyak survei dari lembaga riset di Sulsel atas progres pilgub Sulsel 2018, tidak menempatkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar (IYL-Cakka) sebagai posisi terdepan secara utuh.

Bahkan sejumlah survei menempatkan IYL-Cakka sebagai kandidat diurutan ketiga. Jauh unggul dua Nurdin, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaeman (NA-ASS) dan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Bandingkan saat pilgub Sulsel lima tahun silam. Dimana klan YL, saat itu Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu menjadi dominan .

Kenapa demikian? Informasi yang diperoleh dari internal Partai Golkar menyebutkan bahwa keluarga YL tidak solid memenangkan IYL-Cakka. Sebagai contoh, adik kandung IYL, Irman Yasin Limpo (None) yang saat ini duduk sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel justru memilih netral di pilgub sebagai sebuah tuntutan dari jabatannya sebagai ASN.

“Padahal, kekuatan strategi itu ada pada None waktu pilgub lalu. Saya dengar None itu tidak terlibat dalam pemenangan IYL-Cakka. Makanya IYL Cakka itu di survei kita tidak pernah dominan. Intinya, IYL itu butuh None saat inj,” ujar salah seorang elite Partai Golkar Sulsel saat ditemui di sela sela kampanye NH Aziz di Lapangan Karebosi belum lama ini.

None memang pada pilgub Sulsel 2007 menduduki posisi Master Campaign (MC) pasangan Syahrul YL-Agus Arifin Nu’mang (Sayang 1). Selanjutnya, Sayang 2, None mengambil peran sebagai Tim Pengendali Sampan Induk sebagai salah satu pilar utama pemenangan Sayang 2.

“Tapi sekarang, None dimana mana kampanyekan Netral di pilkada. Bahkan di baju dinasnya None dan stafnya pakai pin ASN Netral. Jadi memang ini klan YL bertumpuh di None kalau strategi pemenangan,” ujar sumber beringin tersebut.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Prof Dr Armin Arsyad membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, None memang adalah seorang think tank dalam klan YL. Seharunya, IYL-Cakka tetap membuka ruang nasihat dari None terhadap kondisi kekinian dan apa yang harus dilakukan saat menghadapi pertarungan di detik terakhir di pilgub Sulsel.

Apalagi tak bisa dinafikan None adalah peraih suara terbanyak runner up setelah Danny Pomanto pada pilwalkot Makassar 2014 lalu.

“None itu ahli strategi. Tidak boleh dinafikan. Tapi saya lihat di media media Pak None sudah putuskan netral ya,” ujar Armin. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...