Bareng NH-Aziz, Uskup Agung Makassar Doakan yang Terbaik untuk Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Komitmen Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), untuk menjadikan Sulsel sebagai rumah bagi semua golongan bukanlah isapan jempol belaka.

Pasangan nasionalis-religius ini diterima oleh seluruh elemen, termasuk dari kelompok agama manapun. Tidak hanya dekat dengan pemuka agama Islam, tapi juga dengan pemuka agama lainnya. NH-Aziz berkomitmen menjaga toleransi antar-umat beragama.

Bukti atensi NH-Aziz dibuktikan dengan berkunjung sekaligus bersilaturahmi dengan Uskup Agung Makassar Mgr. Dr. John Liku Ada di Wiswa Keuskupan Agung Makassar.

Kedatangan Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu guna meminta dukungan doa dari pemimpin Umat Katolik yang membawahi provini Sulsel, Sulbar dan Sultra tersebut.

“Terima kasih bapak uskup telah mau menerima kehadiran saya. Saya bersama Ustad Aziz memohon doa dalam Pilgub Sulsel pada 27 Juni mendatang,” demikian diungkapkan NH saat membuka dialog dengan Uskup Agung Makassar.

Kedatangan NH diterima secara resmi oleh Uskup Agung Makassar yang didampingi tiga pastor yaitu Romo Yulius Mali (Ekonom Keuskupan Agung Makassar), Pastor Matius Pawai CICM (Ketua Komisi Kerawam-HAK), dan Romo Frans Nipah (Pastor Kapelan Paroki Hati Kudus Katedral Makassar).

Turut hadir pula tiga tokoh Katolik Julius Suteja serta tokoh muda Katolik Viani Octavius dan Hubertus Almun. Sedangkan NH didampingi mantan Gubernur Sulsel Mayjen TNI (Purn) Amin Syam dan Staf Khusus NH, Yosef Tor Tulis.

Uskup Agung mengapresiasi kunjungan silaturahmi NH. Meski secara struktural Gereja Katolik dilarang berpolitik praktis, namun saling berkunjung dan berdialog antara pemimpin atau pejabat negara dengan pemimpin umat merupakan kebutuhan nyata dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik.

“Saya selaku Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar juga berterima kasih dan merasa terhormat telah dikunjungi oleh salah seorang calon Gubernur Sulsel. Secara struktural, Gereja Katolik memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Namun, secara pribadi saya menerima dan mendoakan Pak Nurdin dan Pak Aziz yang berkendak baik ingin mewujudkan kebaikan bersama untuk masyarakat Sulsel yang hidup dalam keberagaman suku, agama, keyakinan, adat istiadat, dan budaya,” ujar Uskup Agung.

NH adalah satu-satunya calon gubernur maupun calon wakil gubernur yang datang berkunjung dan bersilaturahmi dengan Uskup Agung Makassar.

Sebelumnya, NH juga mendatangi dan menjalin silaturahmi dengan semua tokoh agama.

“Berkunjung dan berdialog seperti ini sangat penting sebagai wujut sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan hidup bersama masyarakat kita yang plural dalam agama dan keyakinan,” ujar NH.

Senada dengan NH, Uskup Agung berharap bahwa upaya saling berkunjung dan berdialog perlu terus dilakukan sebagai bentuk komunikasi yang saling menguatkan persaudaraan sejati berbagai elemen masyarakat yang harus bersatu padu dalam akselerasi pembangunan di Sulsel.

NH juga menegaskan, keragaman dan kehidupan yang harmoni antar-umat beragama di Sulsel menjadi prioritas utama yang harus dijaga dan dilindungi untuk berjalannya pembangunan yang bermanfaat bagi semua rakyat Sulsel.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sudah final. Tugas dan tanggungjawab kita bersama ialah menjadikannya sebagai sendi dan panduan dalam kehidupan nyata,” ujar Nurdin.

Di akhir pertemuan, NH menyerahkan beberapa buku, termasuk biografi koperasi dan sepakbola serta jurnal berjudul ‘Jejak Perjuangan Sang Anak Guru’.

“Tentang pemikiran dan perjuangan saya di koperasi, sepakbola, dan politik semua ada di sini,” demikian NH. (rls)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...