Kapolres Gowa: Polisi Tak Netral Bisa di PTDH

Minggu, 24 Juni 2018 - 19:44 WIB

FAJAR.CO.ID, GOWA — Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang jatuh pada 27 Juni mendatang, aparat kepolisian turut melakukan pengawalan dan pengamanan, salah satunya di wilayah hukum Polres Gowa. Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mewarning kepada seluruh anggotanya agar bersikap netral pada pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan.

Sanksinya pun tidak main-main karena potensi berujung Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Shinto menjelaskan, pihaknya telah membangun posisi Polisi sesuai dengan Pasal 28 UU Nomor 2 tahun 2002 bahwa Polri harus bersifat Netral, karena Polri tidak memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

“Pengamanan yang dibangun Polres Gowa harus menunjukkan dari Polisi pengamanan jangan sampai terpengaruh pada salah satu kepentingan atau ikut dalam politik praktis,” tegas Kapolres Gowa, usai apel Pergeseran Pasukan di halaman Museum Balla Lompoa.
Minggu (24/6/2018).

Adapun sanksi yang diberikan cukup keras dan tegas, sanksi tersebut tidak hanya mutasi yang bersifat demosi, tapi juga bisa mutasi
yang bersifat Tour Of Area.

“Tergantung pula dari kesalahan yang dilakukan, dan dapat saja diancam dengan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH),”
tegagasnya.

Dalam apel bersama tersebut, Polres Gowa menurunkan sebanyak 487 personel dan 325 dari Kodim 1409 Gowa memback up
pengamanan di setiap TPS-TPS di Gowa.  (Sofyan/upeks/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.