Honor Saksi, Bisa Jadi Modus Politik Uang di Pilgub Sulsel

Senin, 25 Juni 2018 - 18:06 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ingat, anda dibayar menjadi saksi oleh kandidat, karena tugas dan fungsi mengawasi jalannya pelaksanaan Pilkada di TPS. Sebaiknya turut menggunakan hak pilih dan memilih kandidat sesuai hati nurani, bukan karena dibayar.

Hal itu diungkapkan Muallim Bahar, aktivis dari Kabupaten Gowa menanggapi diperbolehkannya kandidat merekrut sebanyak-banyaknya saksi. Menurutnya, sudah menjadi hal yang lumrah, para saksi akan diberikan honor terkait tugas dan fungsinya.

“Dapat honor karena dipanggil menjadi saksi di TPS, boleh-boleh saja. Tapi saya mengingatkan saja, kita harus tetap memilih sesuai hati nurani, bukan karena dibayar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perekrutan saksi oleh kandidat dapat menjadi modus berpolitik uang dalam Pilkada. Olehnya itu, masyarakat harus tetap berhati-hati dan tidak menjual hak pilihnya hanya karena uang.

“Misalnya anda di ajak jadi saksi mewakili kandidat, bukan berarti anda harus memilih kandidat itu. Anda dibayar karena menjadi saksi, bukan dibayar untuk memilih,” tuturnya.

Diketahui, para kandidat di Pilgub Sulsel turut menyiapkan saksi di 17.140 TPS se-Sulsel. Bahkan, ada kandidat yang merekrut lebih dari tiga saksi per-TPS, seperti kandidat Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

Menurut Nurdin Abdullah, saksi tersebut berasal dari tim, partai politik pengusung dan relawan. “Kita siapkan 1 saksi di bagian dalam dan 2 di bagian luar,” ucap Nurdin beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Prof Andalan, Bunyamin Arsyad, juga membenarkan bahwa saksi bisa saja mencapai 10 orang per TPS untuk Prof Andalan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara nantinya. (*)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.