Awasi Kecurangan, Panwaslu Kirim Ribuan Pengawas ke TPS

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar tidak tinggal diam terkait adanya laporan temuan form C1-WWk yang diindikasikan sudah ditandatangai oleh KPPS Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala.

Form C1-WWK yang beradar luas tersebut menuliskan perolehan suara pasangan calon Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilwalkot Makassar 2018 dengan perolehan suara sah yang tercantum 121.

Untuk itu, Ketua Panwaslu Makassar, Nursari, akan memanggil komisioner KPU Makassar untuk dimintai keterangan terkait temuan tersebut.

“Sementara masih proses, kami tidak mau berspekulasi soal ini. Kami undang KPU kota dan provinsi malam ini untuk menjelaskan duduk persoalannya,” katanya kepada wartawan di Makassar, Selasa (26/6/2018).

“Sudah ada beberapa bukti yang disampaikan masyarakat (pelapor) soal salinan C1. Sementara berproses, kami tidak mau berspekulasi,” sambung Nursari.

Lebih lanjut, terkait dengan pengawasan jalannya Pilwalkot Makassar di hari pencoblosan, Rabu (27/6/2018), Panwaslu Makassar menurunkan ribuan pengawas.

“Semua turun 2670 disetiap TPS, PPL 153 orang, dan Panwascam 45 orang,” sebutnya.

Sementara KPU Makassar terkesan tutup mata adanya temuan salinan form C1-WKK.

Sekretaris KPU Makassar, Sabri yang dimintai tanggapannya justru mengirimkan gambar berita imbauan dari Kabid Humas Polda Sulsel milik salah satu media online di Makassar.

Gambar itu berupa postingan akun IG milik info kejadian Makassar “Polisi Bakal Tindak Tegas Pendukung Kolom Kosong yang Tak Berkepentingan du TPS”.

Diketahui, KPU Makassar sendiri hingga saat ini belum menyosialisasikan adanya pilihan kolom kosong yang sah selain paslon nomor urut 1 di Pilwalkot Makassar. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...