Banjir Hingga Longsor, Cuaca Ekstrim Warnai Pilkada di Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, menimbulkan bencana banjir di beberapa daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Soppeng yang merendam sekitar 1108 hektar Sawah.

Tak hanya itu, akibat terendam banjir akses jalan Trans Sulawesi Enrekang-Makassar terputus, dan Longsor yang mengisolasi wilayah Seko di Luwu Utara, Senin (25/06) kemarin.

Tentunya bencana ini berpengaruh pada distribusi logistik untuk keperluan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulsel yang akan dilaksanakan besok. Serta kurangnya partisipasi masyarakat ke TPS karena kondisi jalan dan kesibukan mengurusi rumah dan sawah yang terendam banjir.

Hal ini membuat masyarakat bingung, karena surplusnya curah hujan di bulan Juni sudah memasuki musim kemarau, tetapi hujan masih terus terjadi.

Namun berdasarkan Analis Iklim BMKG Maros, Syamsul Bahri, tidak menutup kemungkinan hujan terjadi saat musim kemarau, sebagaimana tidak terjadinya hujan saat musim hujan tiba.

Disisi lain, kondisi ini juga dipengaruhi oleh adanya gangguan cuaca yang menyebabkan suplai uap air di atmosfer melimpah.

"Misalnya sekarang di Makassar masih ada hujan padahal sudah memasuki musim kemarau,"ujar Syamsul Bahri, Selasa (26/6/18).

Gangguan cuaca ini dipengaruhi faktor lokal dan regional, misalnya faktor lokal umunya karena topografi suatu wilayah contoh di Sulawesi Selatan terdapat pegunungan Bawakaraeng yang membedakan iklim antara wilayah sisi baratnya meliputi Makassar, Takalar, Maros, Pangkep, Barru dan Pare-pare. Sangat berbeda dengan wilayah sisi timurnya yaitu Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, Wajo dan Soppeng.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...