Jadi Pencoblos Pertama, Walikota Solo: Mari Gunakan Hak Pilih dengan Datang ke TPS

FAJAR.CO.ID, SOLO – Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo bersama istri, Elizabeth Endang Prasetiyaningsih sudah terlihat di depan tempat pemungutan suara (TPS) 16 sejak pukul 07.00 WIB. Padahal, TPS yang berlokasi beberapa meter dari rumah pribadinya di Pucangsawit, Jebres, tersebut masih belum dibuka. Sebab, ada sejumlah petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) belum hadir. Sekitar pukul 07.09 WIB persiapan baru dilakukan.

Setelah berbagai persiapan dilakukan, pukul 07.45 WIB baru proses pencoblosan dimulai. Rudy begitu ia akrab disapa, mendapatkan giliran untuk memberikan hak suaranya dalam pemilihan gubernur (Pilgub). Rudy yang didampingi istri langsung masuk di TPS untuk mengambil surat suara dan langsung melakukan pencoblosan.

Usai melakukan pencoblosan Rudy mengatakan, bahwa menjadi pencoblos pertama memang sengaja dilakukannya. Hal itu dilakukan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat untuk memberikan hak pilihnya.

“Ini sebagai bentuk motivasi kepada masyarakat, bagi mereka yang mempunyai hak pilih agar memberikan hak pilihnya dengan datang ke TPS,” ungkapnya.

Rudy menilai, memberikan hak suara dalam Pilkada sangat penting. Mengingat, pemilihan tersebut akan menentukan nasib warga Jateng setidaknya dalam lima tahun ke depan. Maka dari itu, Rudy pun mengimbau kepada seluruh masyarakat termasuk juga para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan hak suaranya dalam Pilkada ini.

Usai memberikan hak pilihnya, Walikota Solo itu bersama jajaran Muspida melakukan pemantauan di TPS-TPS yang ada di Solo. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa pencoblosan berlangsung aman dan nyaman serta tidak ada kendala yang berarti. “Ini saya mau muter, keliling ke TPS untuk memantau tingkat kenyamanan dan keamanan dalam pemilihan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rudy juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat di Solo untuk tetap menjaga kondusifitas di Kota Solo. Meskipun dalam Pilkada ada perbedaan dalam memilih tetapi hal itu diharapkan tidak akan menjadi pemecah belah bangsa. Menurutnya, perbedaan dalam pemilihan merupakan sesuatu yang wajar.

“Perbedaan itu adalah hal yang wajar bagian dari nilai implementasi Pancasila. Dan saya harap Solo tetap kondusif dan Jateng juga tetap kondusif,” tandasnya. (apl/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono

Comment

Loading...