Koko Vs Tafadal, Tim Koko: Kita Tak Menyangka Ada Persaingan Sengit

Rabu, 27 Juni 2018 - 19:54 WIB

FAJAR.CO.ID, BONE — Posisi pasangan calon (paslon) tunggal Pilkada Bone, Andi Fahsar M Padjalangi dan Ambo Dalle (Tafadal), mulai terancam. Pasalnya perolehan suara untuk kolom kosong tak bisa dianggap remeh.

Salah satu penggerak Kolom Kosong, Andi Ardiman sendiri tak menyangka dengan hasil perhitungan suara Pilkada Bone, Rabu, 27 Juni. Mereka ikut memantau hasil pencoblosan dari setiap kecamatan. Bahkan, mereka memang sudah menyiapkan personel di masing-masing TPS untuk mengumpulkan hasil pemungutan suara.

“Kami tak pernah menduga selisih suara yang sangat besar, bahkan ada persaingan sengit. Malah, sebelumnya kita menduga gerakan-gerakan kita tak berdampak banyak pada pandangan masyarakat. Pada kenyataannya, terbukti kalau masyarakat sendiri sudah cerdas dalam menentukan pilihannya itu,” ungkapnya.

Ardiman mengakui, gerakan pemenangannya memang berlangsung senyap. Berbeda dengan daerah Pilkada lainnya, Enrekang dan Makassar. Itu lantaran karakteristik masyarakat yang dianggap berbeda. Alhasil, kata Ardiman, hampir 80 persen suara masyarakat wilayah perkotaan dikuasai kolom kosong.

Itu untuk tiga kecamatan Tanete Riattang, wilayah tengah, timur, dan barat. “Metode pendekatan kita memang berbeda. Sejauh ini, ternyata banyak masyarakat yang memberikan dukungannya untuk kolom kosong. Hal ini semakin membuka peluang berbenahnya jajaran eksekutif maupun legislatif,” tandasnya. (mam/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.