Nurdin Halid Keok, Golkar Tidak Lagi Perkasa di Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Dari quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga, pasangan Nurdin Abdullah -Andi Sudirman Sulaiman yang diusung PDIP, PAN, dan PKS ini menempati posisi teratas Pilgub Sulsel 2018.

Posisi kedua ditempati pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) yang didukung Golkar, NasDem, Hanura, PKB, dan PKPI.

Hasil quick count Pilgub Sulsel 2018 ini menjani penekanan tersendiri bagi Sulsel sebagai basis Partai Golkar. Diketahui, Nurdin Halid merupakan salah satu petinggi Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda, kemenangan Prof Andalan menunjukkan Golkar tidak lagi perkasa di Sulsel. Pada pileg 2014, Partai Golkar meraih suara terbanyak di Sulsel, yakni 20,09 persen, disusul Gerindra 14,99 persen. Sedang PDIP, pada pileg 2014, menempati posisi ke-8 dengan raihan suara 7,11 persen.

“Selama ini Sulsel selalu dimenangkan kandidat dari Golkar. Apalagi pengaruh Pak Jusuf Kalla sangat kuat di Sulsel. Namun, hari ini Golkar bisa dikalahkan parpol lainnya,” ujar Hanta, Rabu (27/6).

Dia menambahkan, Pilkada 2018 menunjukkan parpol bukan jaminan bisa memenangkan kandidat. Yang utama adalah figur kandidatnya.

“Mesin parpol akan jalan bila kandidatnya benar-benar disukai rakyat. Hasil pilkada ini bisa jadi gambaran untuk pemilihan legislatif dan pilpres 2019. Parpol tidak bisa memaksakan calonnya,” tandasnya.

Urutan ketiga hasil quick count Pilgub Sulsel 2018 diduduki pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), yang maju melalui jalur independen. Dan urutan keempat adalah pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo, yang diusung Gerindra, PBB dan PPP. (fajar/jpnn)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment