Wanita di Sini Suka Banget Nikah Muda

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID- Usia minimal pernikahan sebenarnya sudah beres diatur undang-undang. 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan. Hanya saja di Kalsel fenomena menikah di usia muda masih terjadi. Angkanya? Ratusan. Yang cukup mengagetkan, ibu kota provinsi ini, Banjarmasin menempati urutan kedua tertinggi fenomena pernikahan dini pada 2017. Angkanya mencapai 38 perkara pengajuan dispensasi nikah. Jumlahnya sama dengan Kabupaten Tapin. Di posisi pertama ada Tanah Laut dengan angka 64 perkara. Sementara terendah, dimiliki Banjarbaru. Cuma 8 pernikahan. "Tanah Laut paling banyak menerima pengajuan dispensasi nikah," sebut Panitera Muda Hukum PTA Kalsel, Muryani. Dari catatan Pengadilan Tinggi Agama (PTA), jika dihitung se-Kalsel jumlahnya mencapai 331 kasus pengajuan pernikahan dini. Peneliti Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Antasari Banjarmasin, Fatrawati Kumari menyebut, penyebab fenomena pernikahan dini juga bisa dikaitan dengan kebiasaan yang dianut masyarakat. Fatrawati memaparkan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat Banjar bisa dikelompokan menjadi empat bagian. Perjuangan, perekonomian, egoisme kompetitif serta religius. Ambil contoh, nilai perjuangan yang dipegang masyarakat bisa berujung pada menikahkan anak dengan cepat. "Jadi, menikahkan anak berarti mengajarkan untuk memasuki dunia nyata yang penuh perjuangan. Harus survive," katanya. Jika dihubungkan nilai kesejahteraan, tren menikahkan anak di bawah umur bagi sebagian orang bisa diartikan sebagai sarana untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Sebut saja seperti menikahkan dengan orang mapan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan