Kalah di 11 Provinsi, PDIP: Mungkin Strategi Kampanye Tidak Pas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei menunjukkan, 11 dari 17 calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan mengalami kekalahan.

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva K Sundari, memiliki analisis tersendiri soal fenomena tersebut. Ia menilai, kalahnya calon kepala daerah yang diusung PDIP lantaran sejumlah faktor.

“Mungkin karena ketokohan yang tidak pas, strategi kampanye yang tidak pas. Tapi ini by case ya,” kata Eva kepada awak media, Rabu (27/6).

Tercatat, PDIP kalah dalam pilgub di lima dari 11 provinsi. Yakni, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

Eva mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil hitung manual (real count) Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum memutuskan langkah apa yang diambil ke depannya.

“Nah kalau data manual itu lambat sekali. Jadi kalau versi quick count memang seperti itu tadi,” tandasnya.

Kendati demikian, Eva menilai kekalahan calon kepala daerah yang diusung PDIP di sejumlah daerah tidak bisa disebut kegagalan.

Pasalnya, PDIP mendulang hasil cukup baik di sejumlah daerah yang memang bukan basis partai berlambang banteng tersebut.

“Jadi bukan kemudian ada orang yang menyimpulkan PDIP calonnya rontok semua, tidak bisa seperti itu,” pungkasnya. (riz/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...