Tak Terima Hasil Persidangan, Fredrich akan Laporkan Hakim ke KY

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Terdakwa kasus perintangan penyidikan kasus KTP-Elektronik (KTP-el), Fredrich Yunadi keberatan dengan vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta kepadanya.

Usai persidangan, Fredrich mengaku jika pertimbangan yang digunakan oleh majelis hakim memutuskan vonis kepadanya, hanya copy paste dari Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia pun berencana akan melaporkan pelanggaran tersebut ke Komisi Yudisial.

“100 persen bukan 99 persen, copy paste-ya. Itu adalah pelanggaran, kami akan laporkan langsung ke KY,” ujarnya di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Kamis (28/6).

Selain itu, ia menilai hakim telah mengakui melakukan inkonstitusional bersama dengan jaksa.

“Karena mereka menyatakan bahwa Indonesia menganut hukum kontinental, tapi mereka majelis hakim mengaku, bahwa sistem hukum anglo Saxon diberlakukan. Berarti mereka betul-betul sedang sindikasi atau berkelompok untuk merubah konstitusi RI. Itu fakta,” paparnya.

Ia juga menyatakan jika hari ini merupakan hari kematian bagi advokat, karena peran advokat sudah dihancurkan lewat vonis yang dijatuhkan kepadanya yang sedianya hanya membela kliennya, Setya Novanto.

“Perhari ini saya akan bicarakan dengan teman-teman Peradi, atau advokat lainnya ini adalah hari abu-abu atau kematiannya advokat. Karena peran advokat kita sudah hancur, kita sudah betul-betul diinjak habis daripada penegak hukum lainnya,” tukasnya.

Sebelumnya Majelis Hakim telah menjatuhkan vonis terhadap mantan pengacara mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto itu dengan hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider lima bulan. [fiq]

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar