Hadehh.. Belum Diresmikan Saja, Sudah Ada yang Mencuri di Pasar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKALAN BUN – Belum sempat dipergunakan untuk aktivitas perdagangan, bangunan pasar Indra Sari Pangkalan Bun sudah diobrak-abrik pencuri. Kawanan pencuri itu menggarong besi penutup saluran pembuangan air, sekat antarlapak serta pipa-pipa saluran air di bangunan pasar yang digadang-gadang akan menjadi pasar modern di Kotawaringin Barat itu.

Akibat kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Kobar dirugikan hingga Rp 900 juta. Bahkan rencana penggunaan pasar tersebut bisa terancam molor dari jadwal sebelumnya akibat kasus ini.

Pencuri berhasil menggasak 2.000 set teralis besi untuk pembatas lapak dan 2.500 meter besi untuk penutup saluran pembuangan air dan 750 buah pipa pemadam. Bobolnya fasilitas umum itu dilakukan oleh tiga orang.

Tiga pencuri besi-besi pelengkap fasilitas pasar itu ditangkap tim buser Satreskrim Polres Kobar sekitar empat jam pascapelaporan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UMKM Kobar.

Mereka ditangkap di beberapa tempat berbeda. Sayid Muhammad alias Ayib ditangkap di Gangg Parau Kelurahan Baru dan M Subari alias Ujang ditangkap di Jalan A. Yani Kelurahan Baru. Serta, Rahman alias Gepeng ditangkap di Jalan Pangeran Antasari Kelurahan Baru.

 Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo mengungkapkan bahwa kejadian itu baru diketahui setelah pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UMKM Kobar dan kontraktor pembangunan pasar melakukan peninjauan hasil pekerjaan. Namun saat di pasar justru diketahui sejumlah pelengkap fasilitas umum itu raib. Selesai dari lapangan, Dinas langsung membuat laporan ke Polres pada Senin (25/6).

”Setelah laporan masuk, kita langsung bergerak dan mendapati tiga terduga pelaku. Dan saat itu juga langsung terkonfirmasi bahwa tiga nama itu merupakan pelaku dan kini sudah kita tetapkan sebagai tersangka,”ujarnya, Selasa (26/6).

Barang bukti hasil kejahatan kini telah diamankan aparat. Selain itu dari tidak hanya tiga tersangka pencurian. Aparat juga menangkap dua penadah barang-barang curian tersebut. Dua penadah besi bekas atau barang rongsok yang diamankan aparat di dua tempat berbeda.

”Hasil pengembangan, kami turut amankan Purnomo dijalan Perwira, Kelurahan Mendawai dan Hery di jalan Ahmad Yani, Kecamatan Arsel. Tiga unit mobil pikap juga turut kami amankan karena kendaraan tersebut digunakan sebagai sarana pengangkutan barang-barang hasil curian,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kobar  Jahotler Lumban Gaol mengaku heran dengan kejadian tersebut. Pasalnya lokasi kejadian terbilang selalu ramai. Di samping itu keberadaan bangunan itu sepenuhnya untuk fasilitas umum, namun tetap saja para tersangka ini nekat mencurinya.

”Ini juga mengagetkan kami, intinya kami  minta proses lebih jauh agar semua bisa ditangkap. Termasuk penadahnya itu. Kan kelihatan kalau besi-besinya masih baru, kenapa juga diterima saat dijual,” terangnya.

Terkait penyelesaian pembangunan fasilitas pasar tersebut, Jahotler mengaku menyerahkan semua kepada kontraktor. Menurutnya pihak dinas berharap agar proses hukum para tersangka itu bisa segera cepat berlangsung sehingga barang bukti bisa diambil dan dipasang kembali.

”Maunya prosesnya bisa lebih cepat, agar barang bukti itu bisa diambil dan dipasang lagi. Atau minimal dikembalikan sebagian untuk dipasang lagi,” harapnya.(sla/oes)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...