Larangan Liputan Hasil Pleno, AJI: Itu Melanggar Kebebasan Pers

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Makassar memprotes pelarangan jurnalis (wartawan) meliput hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) kota Makassar. Pelarangan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Pelarangan itu melanggar kebebasan pers dalam melakukan pemberitaan kepemiluan Pilkada bersih, adil, damai dan jujur. Apalagi, aturan dalam PKPU menjelaskan itu terbuka untuk umum”. Ungkap Qodriansyah Agam Sofyan, Ketua AJI Makassar.

Apalagi hasil rekapitulasi bersifat pleno terbuka untuk umum, yang tetap diawasi pemantau pemilu dalam negeri, pemantau pemilu asing, masyarakat dan instansi terkait sesuai petunjuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 9 tahun 2018.

Bekerja mengambil data informasi, mengolah hingga menyiarkan informasi adalah tugas kerja Pers, yang diberi mandat oleh publik untuk menginformasikan kepentingan publik agar bisa mendapat informasi yang baik, benar dan utuh.

Hal ini sesuai kemerdekaan pers untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam berdemokrasi.

Olehnya itu, AJI Makassar meminta segenap elemen instansi di Makassar khususnya, menghormati kebebasan berekspresi dan kebebasan Pers.

Untuk diketahui, diberitakan sebelumnya wartawan Harian Kompas, Reni Sri Ayu dilarang meliput pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilwali Makassar di Kecamatan Rappocini, Jumat (29/6/2018). (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...