Kepala Daerah Terpilih yang Berstatus Tersangka Tetap Dilantik

Sabtu, 30 Juni 2018 - 10:27 WIB
Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar.

FAJAR.CO.ID — Calon kepala daerah terpilih yang menyandang status tersangka tetap bisa dilantik. Hal itu sesuai dengan aturan Undang-undang​ nomor 10 tahun 2016 tentang tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar, menjelaskan, jika merujuk pada pasal 64 ayat 6, maka dapat disimpulkan bahwa calon kepala daerah terpilih yang berstatus akan tetap dilantik. Bahkan calon kepala daerah yang sudah menjadi terdakwa tetap akan dilantik. Hanya saja, setelah itu akan langsung diberhentikan.

“Pada pasal 8 juga menjelaskan, calon kepala daerah terpilih yang ditetapkan menjadi terpidana tetap dilantik, kemudian saat itu juga diberhentikan dari jabatannya,” kata Bahtiar dalam keterangan tertulisnya​, Jumat (29/6/2018)

Ia menjelaskan, calon kepala daerah terpilih yang menyandang status tersangka, pada prinsipnya penanganan hukum yang dilakukan tetap berjalan. Sementara proses demokrasi melalui Pilkada ranahnya penyelenggara dalam hal ini KPU, dan secara administratif penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi ranahnya Pemerintah dalam hal ini Kemendagri.

“Kalau berstatus tersangka, lalu menang Pilkada, maka tetap dilantik. Jika kemudian diputus dan dinyatakan bersalah baru diganti. Proses hukum tetap jalan, baik oleh KPK maupun Kejaksaan,” ungkapnya. (sho/IND)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.