Kronologi Bentrok Simpatisan Pilkada Makassar, Dua Orang Luka

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, membenarkan adanya keributan antara massa simpatisan Pilkada Makassar, Sabtu (30/6/18) dini hari.

Massa yang terlibat diduga simpatisan pasangan calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), dengan massa yang diduga simpatisan kolom kosong. Keributan terjadi di Kantor Camat Panakukkang, Jalan Batua Raya, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar.

Ananda Fauzi Harahap mengatakan, sekitar 30 orang dari kelompok simpatisan calon wali kota bentrok dengan kelompok warga simpatisan kolom kosong yang berjumlah sekitar 20 orang.

Lebih lanjut, Ananda menjelaskan bahwa kejadian berawal ketika sejumlah simpatisan paslon wali kota mendatangi Kantor Camat Panakukkang dengan membawa senjata tajam.

“Kedatangan kelompok tersebut karena tidak terima dengan banyaknya warga masyarakat yang berada di kantor camat, serta mempertanyakan mengapa Pelaksana Tugas Camat Panakukkang sampai malam tinggal di kantor camat,” terang Ananda.

Kemudian, massa simpatisan paslon wali kota masuk ke dalam Kantor Camat Panakukkang, meminta selain anggota PPK dan PPS agar meninggalkan kantor camat, termasuk Plt Camat Panakkukang.

“Massa Appi-Cicu juga melakukan pemukulan terhadap salah satu warga atas nama Appang (30), warga Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang, yang menyebabkan korban mengalami luka pada bagian hidung,” beber Ananda.

Berselang kemudian, massa dari simpatisan kolom kosong mendatangi Kantor Camat Panakukkang juga dengan membawa senjata tajam, sehingga terjadi bentrokan antara kedua kubu.

Atas kejadian tersebut, petugas dari Polsekta Panakukkang, Jatanras, dan Raimas Polrestabes Makassar tiba di lokasi keributan dan membubarkan kedua massa simpatisan dengan memberikan tembakan peringatan, sehingga massa membubarkan diri.

Hingga saat ini korban akibat bentrok, Appang, sementara melapor ke Polsekta Panakukkang atas penganiayaan yang dialami. Sementara Reza dirawat di RS Bhayangkara dengan luka busur masih menancap di lengan kanan. (sul/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...