Adatnya Sudah Bagus, Cuma Kok Ada Judinya

0 Komentar

 FAJAR.CO.ID, BARABAI – Aruh adat di Datar Laga Desa Murung B Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah setiap tahunnya menjadi perbincangan dan perhatian banyak pihak.

Bukan karena aruh adatnya yang menjadi permasalahan, tapi dalam rangkaian kegiatannya ada disusupi oleh praktik perjudian, seperti dadu dan sabung ayam.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersama Polres dan Kodim 1002 Barabai bukannya tutup mata. Pemecahan masalah ini juga telah melalui banyak diskusi dan melibatkan tokoh masyarakat adat Dayak.

Selain itu juga telah dibuat dan disahkannya Peraturan Dearah tentang Pelaksanaan Aruh Adat.

Alhasil, dari 51 balai adat semua menolak adanya perjudian. Hanya balai adat di Datar Laga yang masih memperbolehkannya.

Demang Datar Laga, Sakriani mengakui bahwa aruh adat merupakan budaya warisan leluhur mereka. Selain itu, dadu dan sabung ayam merupakan rangkaian dalam prosesi aruh adat itu sendiri.

Sehingga rangkainnya tidak bisa ditinggalkan.
“Kami tidak bisa memisahkan dadu dengan aruh adat, karena merupakan rangkaian adat. Karena kegiatan ini sudah berlangsung secara turun temurun. Jiika ditinggal, akibatnya kami yang terkena bencana,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, masyarakat di Datar Laga juga sudah berdiskusi dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri. Aruh yang tadinya akan dilaksanakan selama 21 hari, hanya akan digelar selama 18 hari saja.

“Dikurangi bisa, tapi tidak bisa dihilangkan. Karena semua merupakan rangkaian adat, wujud rasa syukur kami kepada Tuhan dan warisan para leluhur. Kami memastikan tidak akan terjadi keributan yang mengakibatkan gangguan keamanan,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan, persis d belakang Balai Adat Datu Nini di Datar Laga Desa Murung B Hantakan ini, terdapat tujuh lapak judi dadu. Pada praktiknya biasanya dilakukan pada malam hari. Pengunjung biasanya banyak datang pada malam hari. Dengan biaya parkir untuk roda dua sebesar Rp10 ribu dan roda empat sebesar Rp 50 ribu.

Kegiatan judi dadu tersebut berlangsung setiap tahun ketika masuk musim panen. Bersamaan dengan aruh adat, sesuai penganut kepercayaan Kaharingan. Untuk aruh adat di Datar Laga ini dilaksanakan sejak Kamis (21/6) sampai dengan Kamis (12/7) nanti. (zay)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...