HUT Bhayangkara, Alhabsyi Harap Polri Makin Profesional


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini menginjak usia yang ke-72 tahun yang bertepatan pada, Minggu (1/7). Akhir-akhir ini, korps berbaju coklat yang dipimpin oleh Jenderal Tito Karnavian ini selalu mendapat berbagai tantangan berupa teror dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan bangsa Indonesia berada dalam kindisi damai.Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsy menuturkan, dengan banyaknya teror dan kritik dari berbagai pihak tak menjadikan Polri lemah dan kehilangan profesionalnya. Saat ini, kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, korps Bhayangkara memiliki tiga tugas pokok sebagaimana pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.  Pertama, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.Kedua, sebagai instrumen negara yang melakukan penegakkan hukum. Ketiga, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.”Selamat HUT ke-72 Bhayangkara, semoga Polri makin profesional, modern dan tepercaya. Melalui ketiga tugas pokok tersebut memosisikan Polri sebagai pilar utama dalam penegakan hukum, penjagaan keamanan dan perlindungan masyarakat,” kata Alhabsyi lewat pesan singkatnya, Minggu (1/7).Dalam menjalankan tugas tersebut, Polri memiliki 12 kewenangan. Mulai menangkap, menahan, menggeledah, hingga menyita dalam rangka menjaga terlaksananya tertib hukum di Indonesia. Alhabsyi menambahkan, negara hukum (rechtsstaat) ditandai dengan beberapa asas. Negara hukum harus didasarkan hukum yang baik dan adil tanpa membeda-bedakan.Untuk penyelenggaraan negara hukum tersebut terdapat tiga fungsi yang dilaksanakan negara. Yaitu legislasi, penegakan hukum dan yudikasi. “Pada konteks tersebut Polri memiliki peran dalam bidang penegakan hukum. Ini adalah sebuah proses untuk memastikan bahwa segenap komponen negara mematuhi tertib norma hukum yang telah diundangkan,” ucapnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar