Pertambangan Pasir di Galesong, PKM Unhas Harap Hukum Ditegakkan

Minggu, 1 Juli 2018 - 15:08 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin Fakultas Hukum melakukan penelitian terhadap nelayan pesisir Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Penelitian itu terkait perlindungan hukum masyarakat pesisir akibat pertambangan pasir.

Ketua tim PKM, Dwi Mauthia Djafar mengatakan penelitian ini menyangkut perlindungan hukum untuk kelangsungan hidup masyarakat pesisir, sebagai akibat dari penambangan pasir.

Mahasiswa angkatan 2015 Fakultas Hukum ini menjelaskan penambangan pasir di wilayah pesisir Kecamatan Galesong mengakibatkan kerugian nelayan pesisir. Terutama penurunan kualitas lingkungan hidup, seperti abrasi pantai yang menyebabkan pondasi rumah retak.

“Tak hanya penurunan kualitas lingkungan hidup, penambangan pasir juga merusak biota laut sehingga berdampak pada mata pencaharian nelayan,”kata Dwi, Minggu (1/7/18).

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa kerusakan biota laut akan menyebabkan pengkeruhan air laut, sehingga sulit memasang alat tangkap ikan dikarenakan alat tangkap tersebut terisap oleh alat pengerukan pasir.

Masyarakat pesisir yang dirugikan melakukan berbagai upaya dengan turun langsung mengusir kapal penambang tersebut. Beberapa kali berhasil, namun pengusiran tidak bisa dilakukan lagi lantaran petugas yang mengawal kapal tersebut.

“Masyarakat nelayan pesisir juga melakukan aksi demonstrasi ke kantor DPR dan Bupati dengan tuntutan pemberhentian pengoperasian kapal penambangan pasir, tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil. Camat Galesong tidak dapat menangani keluhan masyarakat karena persoalan izin resmi dari provinsi,”jelasnya.

Meskipun demikian, penelitian tersebut dapat menjadi bahan kajian dan pokok pemikiran dalam merealisasikan perlindungan hukum dari pemerintah. Serta tanggung jawab perusahaan mengenai dampak yang ditimbulkan penambangan pasir terhadap nelayan pesisir di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. (sul/fajar)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.