Polisi Tangkap Satu Orang Pemalsu Lem Alteco

Minggu, 1 Juli 2018 19:58

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Kasus pemalsuan lem super dari Jepang yakni Alteco, terus dikembangkan Polres Tarakan. Bahkan saat ini, Kepolisian telah menetapkan tersangka atas kasus tersebut.

Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kanit Tipiter Polres Tarakan Ipda Deny Mardianto mengatakan seorang berinsial HL telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Namun, tersangka ujarnya belum dimasukkan ke dalam penjara. Tersangka terang Deny Mardianto terancam hukuman pidana kurungan penjara satu tahun dan denda maksimal Rp 200 juta atas kasus tersebut. Deny mengatakan pihaknya menetapkan hukum tersebut sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek Dagang dan Indikasi Geografis. 

Tersangka, saat ini ucapnya hanya dikenakan wajib lapor. “Kasus ini dalam tahap pengembangan, dan sejumlah saksi dari perusahaan juga telah kita lakukan pemanggilan. Dan penyidik telah membawa produk tersebut ke laboratorium guna memastikan kandungan lem asli dengan yang palsu,” ungkapnya, Sabtu (30/6)

Deny mengungkapkan, dalam kasus tersebut, dirinya memastikan kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. 

Jika dalam penyidikan nanti pihaknya masih menemukan oknum yang dengan sengaja masih menjual lem dengan merek dagang serupa namun palsu, maka pihaknya tidak segan menjatuhkan pidana.

“Jika ditemukan tersangka baru, maka kita dapat menjatuhkan pidana langsung. Karena kita hanya berlandaskan dengan laporan awal, dan tidak lagi melalui persetujuan perusahaan,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya dalam tahap menggali informasi dari tersangka HL. Dari keterangan yang didapatkannya HL mengakui tidak tahu siapa yang menjualkan dan asal lem palsu tersebut.

“Dalam pengakuan HL, yang dia ingat orang yang menawarkan berasal dari Samarinda. Dan tidak mengetahui dengan persis, lem palsu dengan yang asli. HL mengakui percaya dan membeli bahkan memperdagangkan lem tersebut,” ungkapnya.

Dari kasus tersebut, Deny berpesan kepada seluruh warga Tarakan agar dapat membantu Kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Apabila dari masyarakat menemukan lem merek serupa, namun palsu segera melaporkan ke Kepolisan.

“Ciri-ciri yang palsu sudah jelas tidak memiliki daya rekat yang kuat. Isi lebih sedikit dan harga yang jauh lebih murah. Dan dengan kerja sama tersebut kita dapat bersinergi dalam memberantas kasus ini,” pungkasnya. (*/ade/rio)

Komentar


VIDEO TERKINI