Pertamax Naik Rp 600 Per Liter, Ini Tanggapan Masyarakat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax mengalami kenaikan harga sejak Minggu 1 Juli 2018 kemarin. Kenaikan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh PT Pertamina dalam kurun waktu tahun 2018.

Untuk wilayah Sulawesi Selatan, Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo mengatakan kenaikan harga BBM untuk Sulsel hanya terjadi di dua jenis BBM yakni Pertamax dan Dexlite.

Untuk Pertamax naik Rp600 dari Rp 9100 menjadi Rp 9700/liter, sedang Dexlite naik Rp950 dari Rp 8250 menjadi Rp 9200/liter.”Dan dua jenis lagi mengalami penurunan seperti Pertamax Turbo yang turun Rp400 dan Pertamina Dex turun Rp800. Sedangkan harga Pertalite, Premium, dan solar bersubsidi tetap,”terang M Roby Hervindo saat dihubungi, Senin (2/7/2018).

Dikatakan Roby, kenaikan tersebut karena mengikuti harga minyak dunia dari USD 48 per barel, sekarang telah menyentuh angka 75 USD hingga 78 USD per barel.

Kami menyesuaikan dengan kenaikan harga minyak dunia. Karena BBM kita kan diolah dari minyak mentah, yang sebagian masih diimpor. Perusahaan migas lain malah sudah lebih dulu menaikkan harga. Pertamina mempertimbangkan situasi lebaran, sehingga baru belakangan ini menyesuaikan harga,”terangnya.

Salah satu konsumen Pertamax, Iin mengatakan bahwa kenaikan harga Pertamax tidak terlalu berpengaruh. Menurutnya, hanya konsumen yang memiliki ketergantungan terhadap Pertamax pasti akan mengalami kesulitan.

“Kalau bagi saya tergantung dari kebutuhan seseorang, kalau memang ketergantungan bahan bakarnya di Pertamax pasti akan merasa sulit, dan mau tidak mau harus beli,”kata Iin saat ditemui di salah satu SPBU di Makassar.

Hal senada diungkapkan konsumen lain, Yuri. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax karena mengikuti perkembangan dunia. Namun, jika kondisi tersebut tidak sesuai dengan kemampuan, bisa dialihkan ke bahan bakar lain.

“Setau saya kalau Pertamax kan mengikuti harga perkembangan dunia, jadi menurut saya disesuaikan saja dengan kemampuan dan  kondisi motor kita, kalau memang kondisi tidak memungkinkan, beralih saja ke bahan bakar lain seperti pertalite atau premium,”jelasnya.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...