Transportasi di Kota Semarang Baru Terakomodasi 40 Persen

Senin, 2 Juli 2018 - 14:47 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Sistem transportasi di Kota Semarang dinilai sudah semakin baik. Termasuk pemerintah juga sudah melibatkan para pelaku usaha transportasi dalam mengelola usaha transportasi di Semarang.

”Saat ini pemerintah sudah merangkul pengusaha. Sehingga di lapangan tidak terlalu banyak gejolak. Karena transportasi yang sudah ada juga merasa di-uwongke,” ujar Wasi Darono, Ketua DPC Organda Kota Semarang.

Meski demikian, dengan jumlah pengusaha transportasi di Semarang yang cukup banyak, belum semuanya terakomodir. Baru sekitar 30-40 persen saja.

Wasi mengatakan, pemerintah telah menawarkan satu konsep men-scrapping kendaraan yang sudah ada untuk digantikan dengan BRT. Izin transportasi yang sudah ada di-scrapping, agar tidak bisa beroperasi lagi dan diganti dengan BRT. ”Entah dijual atau dipakai lagi yang pasti izin itu di-scrapping kemudian digantikan dengan BRT,” tegasnya.

Wasi juga berharap pemerintah untuk mengembangkan transportasi di wilayah-wilayah yang belum terjamah, dalam upaya pemerintah mengembangkan BRT di Kota Semarang. Menurutnya, pengembangan perumahan di Semarang membutuhkan layanan transportasi yang memadahi, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan transportasi yang baik.

”Harapan kami transportasi di perumahan-perumahan itu bisa segera dilakukan untuk melayani warga Kota Semarang. Baik feeder atau apa,” ujar Wasi.

Terpisah, Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pembenahan dan pelayanan transportasi umum demi kenyamanan masyarakat. Berbagai upaya dilakukan diantaranya, menambah koridor layanan BRT, melakukan peremajaan atau pemantauan kondisi armada, hingga membangun aplikasi untuk kemudahan layanan dan pemantauan. (sm/cr4/zal/ap/JPR/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.