Akhir Juli, Rupiah Diprediksi Tembus Rp 14.800 Per USD


Bhima menuturkan, perang dagang dan kenaikan Fed rate sebenarnya bisa terbaca sejak 2015. Namun, antisipasinya baru dilakukan tahun ini dengan naikkan bunga acuan 100 bps pada dua bulan terakhir, yakni Mei dan Juni.Selain itu, pemerintah seharusnya membuat mitigasi berupa insentif pajak untuk sektor penguat devisa seperti ekspor dan pariwisata.”Itu juga belum dilakukan. Akibatnya, kondisi fundamental ekonomi semakin jatuh. Kalau kondisi terus begini, akhir Juli sangat mungkin rupiah tembus Rp 14.700–14.800,” kata Bhima. (ken/jun/c25/sof) 

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...