Diduga Banyak Pemilih Siluman Menggunakan Suket di Pilwalkot Parepare, Ini Penjelasan Disdukcapil….


Untuk menciptakan Pilkada damai di Parepare kata Amran Ambar,  Disdukcapil merupakan satu-satunya instansi kependudukan di Indonesia yang menyelenggarakan sosialisasi dengan menghadirkan elemen terkait Pilkada, seperti KPU, Panwaslu, Babinsa, Bimmas, perwakilan partai politik masing-masing pasangan calon (paslon), dan seluruh Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Kota Parepare.“Mengenai jumlah suket yang kami keluarkan, itu kami informasikan kepada semua yang hadir, termasuk KPU dan Panwas. Tetapi jumlahnya fluktuatif, karena jika hari ini misalnya 5 kami terbitkan hari ini, bisa saja besok menjadi 4 kalau si pemegang suket, telah dicetakkan KTP-nya, dan bertambah 6 misalnya, jika ada lagi yang melakukan perekaman KTP tetapi tidak mau menunggu KTP-nya tercetak. Apalagi tahun 2017 lalu banyak kami cetak suket karena kehabisan blangko dari pusat,” papar Amran.Terkait dugaan adanya indikasi penggelembungan suara dengan memanfaatkan suket yang dilaporkan Tim Paslon FAS ke Panwaslu, Ketua KPU Parepare, Nur Nahdiyah mengatakan, indikasi penggelembungan suara itu harus dibuktikan.“Kami terima dalam bentuk daftar. Tiga ribu daftar suket yang dikeluarkan Disdukcapil itu sebagai alat kontrol untuk mendeteksi. Kalau ada penggelembungan suara, harus ada buktinya, tidak serta merta mengatakan itu penggelembungan,” terang Nur Nahdiyah.Mengenai jumlah pemilih dalam Pilkada 2018 ini, Rabu, 4 Juli 2018, pihaknya akan melakukan rapat pleno rekapitulasi tingkat kota, untuk memutuskan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar