Jalan Utama Putus Karena Banjir, Begini Cara Warga Bone Mengatasinya….

Kamis, 5 Juli 2018 - 10:01 WIB

FAJAR.CO, ID, BONE –– Pengendara yang melintasi jalan poros Pompanua, Kecamatan Ajangale masih bisa memilih alternatif lain untuk menuju ke Kabupaten Wajo. Meski jalan poros tenggelam, masyarakat menyediakan pelabuhan darurat sebagai tempat bongkar-muat kendaraan roda dua.

Ada belasan “feri mini” yang disiapkan warga setempat, Kelurahan Pompanua Riattang. Feri mini itu dirakit dari dua perahu yang dihubungkan oleh beberapa papan panjang. Papan-papan itulah yang menjadi landasan motor dan pengemudinya untuk menyeberangi banjir di wilayah perbatasan Bone utara.

Menurut salah seorang warga, Alam, perahu-perahu itu menjadi satu-satunya alternatif menembus wilayah banjir. Sebelumnya, warga sempat membuat jembatan apung di sepanjang jalan beraspal yang tenggelam. Sayangnya, kondisi permukaan air yang terus naik membuat jembatan tersebut tak terpakai lagi. Air sudah menggenangi wilayah perbatasan kabupaten itu selama seminggu.

“Cuma ini jalan satu-satunya kalau mau tetap pakai motor. Kalau mau ambil jalan alternatif yang tidak kena banjir, jauh sekali memutar. Bahkan, ada yang harus lewat Soppeng dulu,” ungkapnya, Kamis (5/7/2018).

Jalan poros yang terendam sejauh dua kilometer. Dengan memanfaatkan jasa penyeberangan feri darurat itu, pengendara bisa menghemat waktu lebih dari sejam. Waktu tempuhnya hanya berkisar tujuh menit.

Kendati demikian, kendaraan yang diangkut perahu dibatasi lima sampai enam motor. Selebihnya, penumpang harus menunggu antrean perahu yang akan berlabuh beberapa menit berikutnya. Penumpang juga harus merogoh kocek Rp20 ribu per kendaraan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone, Bahar Kadir pun menganggap, akses antar kabupaten Bone dan Wajo tak bisa disebut terputus total. Transportasi air itu sudah membuktikan ada alternatif lain yang bisa ditempuh. Meski tak efektif, namun setidaknya menjadi solusi sementara bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

“Kita tetap berupaya mengantisipasi banjir lainnya. Kalau masih hujan, airnya akan terus naik. Mudah-mudahan air sudah surut dalam waktu seminggu ke depan,” tandasnya. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.