Terduga Bom Paku Bangil Kabur dengan Luka Tembak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Jajaran Polda Jatim dan Tim Densus 88 terus berupaya memburu A, terduga pemilik bom paku yang meledak di sebuah rumah kontrakan di Desa Gempeng, Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7). Meski belum berhasil, mereka telah mengantongi ciri-ciri A.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, saat ini A dalam kondisi terluka. “Saat lari, dia sempat kena tembakan senapan angin tetangganya. Senapan itu biasa dipakai untuk berburu celeng (babi hutan),” jelas Machfud saat konfrensi pers di Mapolres Pasuruan, Kamis (5/7) malam.

Machfud mengatakan, ledakan tidak hanya terjadi sekali. Pasalnya A diketahui juga sempat melempar peledak ke warga yang mengerumuni rumahnya dan Kapolsek Bangil. “Pertama ledakan awal, lalu di rumah, dan untuk membubarkan massa,” jelas Kapolda.

Bom paku tersebut, imbuhnya memiliki daya ledak rendah atau low explosive. Machfud menyebutnya menyerupai bondet (bom ikan). Di rumah tersebut polisi menemukan KTP lawas milik A. Namun bukan KTP elektronik.

Kapolda menegaskan rumah kontrakan yang dihuni A tidak terlalu besar. “Ada juga buku-buku jihad yang diamankan,” tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 tersebut.

Ditanya soal jaringan A, Machfud menerangkan bahwa A adalah jaringan lama. Bahkan A berstatus sebagai mantan narapidana. “Kelompok jaringan lama, yang bersangkutan pernah ditahan di Cipinang terkait ledakan di Kali Malang, Jakarta. Untuk target (sasaran pengeboman) masih didalami,” lanjutnya

A dan keluarganya diketahui mengontrak rumah tersebut sekitar enam bulan. Namun sebelum itu, dia sudah lama menetap di Bangil dengan berpindah-pindah kontrakan.

Pihaknya optimistis bisa cepat meringkus A mengingat kondisinya yang terluka. “Mudah-mudahan bisa pingsan, terus ada laporan warga. Densus sudah bergerak, kami imbau masyarakat tetap tenang, percayakan pada kami,” tegas arek Ketintang, Surabaya tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan bom paku itu melukai seorang anak kecil di perumahan Arbain, Desa Gempeng, Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7).

Bocah tersebut merupakan anak kandung A. Warga yang mengecek rumah kontrakan itu mencium adanya bau mesiu. Warga kemudian berhamburan keluar setelah terdengar suara ledakan kedua. Satu orang lantas keluar dari rumah itu dengan membawa tas ransel. (did/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...