Bawa Sabu, Guru Honorer asal Aceh Ditangkap di Kendari

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Penghasilan sebagai guru honorer sekolah dasar (SD) tak cukup bagi AH (52). Dia memilih banting setir tapi dengan cara melawan hukum.

AH ketahuan menjadi kurir narkoba jenis sabu sekira 795 gram oleh tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra. BNNP Sultra membekuk AH setelah tiba di Bandara Halu Oleo.

Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol Bambang Priyambadha mengatakan AH membawa paket sabu dari Medan. Dia menempuh perjalanan jauh dari Medan bersama dua rekannya yang memilih berhenti di Jakarta. Sedangkan AH melanjutkan perjalanan membawa pesanan bandar narkoba di Kendari.

Setelah mendapat kepastian pergerakan AH dari masyarakat, Brigjen Bambang Priyambadha memerintahkan anak buahnya melakukan koordinasi ke pihak Bandara HO dan TNI AU di Lanud HLO. “Pria ini memang oknum guru honorer SD. Kita dibantu dari pihak Bandara dan TNI AU Lanud HLO Kendari untuk mengetahui sketsa wajah pelaku,” ujar Brigjen Bambang Priyambadha saat konferensi pers di kantor BNNP Sultra, Jumat (6/7).

Ratusan gram sabu itu ditemukan dalam kemasan plastik hitam. Usai ditangkap, AH mengaku mendapat upah Rp 5 juta untuk mengantar sabu dari Medan kepada oknum bandar narkoba di Kota. Soal bandar di Kendari, tim BNNP Sultra akan terus melakukan pengembangan. “Kami masih telusuri,” tegas Brigjen Bambang Priyambadha.

Pelaku AH dijerat pasal 113 UU Nomor 35 tahun 2009, setiap orang yang tanpa hak memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan narkotika golongan I, dipidana dengan penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Selain itu, pasal 114, setiap orang yang tanpa hak menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I, dipidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (ade/c)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...