Polda Sulsel Bidik Tersangka Tragedi KM Lestari Maju

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peristiwa karamnya KM Lestari Maju di perairan Selayar beberapa waktu menyita perhatian publik. Peristiwa ini pun menelan banyak korban jiwa. Hal ini menjadi dasar Polda Sulsel akan mengambil alih kasus karamnya kapal yang bertolak dari pelabuhan Bira menuju pelabuhan Permata.

“Jadi untuk kasus dari pada KM Lestari Maju ini akan diambil alih oleh Polda Sulsel karena TKP itu dua, pertama di Selayar dan di Bulukumba,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, kepada awak media, Sabtu (7/7/18) dini hari.

Oleh karena itu Polda Sulsel dalam waktu dekat akan memeriksa pihak yang terkait atas peristiwa karamnya KM Lestari Maju, di antaranya syahbandar, pemilik kapal, dan juga nahkoda. “Karena sudah ditarik Kapolda jadi saksi akan diperiksa di Polda Sulsel, kalau bukan besok mungkin Senin. Dan secepatnya kita akan lakukan press liris untuk menentukan tersangka,” lanjutnya.

Dikatakan Dicky, kasus KM Lestari Maju sudah berada pada tahap penyidikan dengan berdasarkan pada beberapa alat bukti yang cukup kuat. Dari alat bukti tersebut memungkinkan Polda Sulsel akan segera menetapkan tersangka.

“Ini sudah penyidikan, dan untuk menetapkan tersangka kita sudah punya dua alat bukti yang cukup kuat sebenarnya, seperti kondisi kapal dan bagaimana video-video yang beredar itu salah satu alat bukti juga, kebocoran, kemudian manivest, banyaklah sebenarnya kesalahan-kesalahan dari KM Lestari Maju ini. Insya Allah secepatnya karena Dirkrimsus tadi mengatakan akan ditetapkan tersangka,” terang Dicky.

Menurutnya, hal yang krusial dan bisa menjadi bukti kuat dari kasus KM Lestari Maju yakni data manivest. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penumpang yang terdata sekitar 139 orang, sementara pada saat evaluasi jumlah penumpang malah melebihi data tersebut.

“Untuk kelayakan kapal sendiri itu nanti kita akan cek administrasi kapalnya, kapan dia lakukan perbaikan, itu ditaati enggak? Kalau ditaati berarti baik, tapi kalau tidak ditaati itu kesalahan juga. Kita kerja sama dengan KNKT juga nanti untuk lakukan penyelidikan terhadap kapal tersebut,” pungkasnya. (sul/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar