Rupiah Terpuruk Tembus Rp 14.409, Ini Penyebabnya


Lebih lanjut ia menjelaskan, dari sisi moneter BI masih punya 1 kali lagi peluang untuk naikan bunga acuan 25 basis poin (bps).”Tentunya harus dibarengi dengan kebijakan fiskal seperti relaksasi perpajakan, agar daya tarik investor ke Indonesia meningkat,” pungkasnya.Untuk diketahui, pada Jumat lalu  (29/6), BI memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan  dari sebelumnya sebesar 4,75 persen menjadi 5,25 persen.Keputusan yang berlaku mulai Jumat (29/6) itu diumumkan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, didampingi para Deputi Gubernur BI.”Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 28-29 Juni 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen,” ujar Perry di Komplek Perkantoran BI, Jumat (29/6).Selain itu, BI juga memutuskan untuk menaikan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen.Menurut Perry keputusan kenaikan suku bunga tersebut merupakan langkah lanjutan Bank Indonesia untuk secara pre-emptive, front-loading, dan ahead of the curve. Serta  menjaga daya saing pasar keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan moneter sejumlah negara dan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.”Kebijakan tersebut tetap ditopang dengan kebijakan intervensi ganda di pasar valas dan di pasar Surat Berharga Negara. Serta strategi operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas khususnya di pasar uang Rupiah dan pasar swap antarbank,” ujar Perry.

Komentar

Loading...