Suhu Terendah di Ngadas Malang Sentuh 6 Derajat

Sabtu, 7 Juli 2018 11:24

“Ya biasa saja, mbak. Juli hingga Agustus cuaca memang lebih dingin. Siang berangin dan dingin itu biasa. Kalau Januari hujan angin, kami sudah biasa. Ini saja saya sedang cuci piring,” kata perempuan yang akrab disapa Bu Mul ini sambil tetap mencuci piring.Bu Mul tidak mengenakan masker atau penutup telinga. Aktivitasnya dijalankan secara biasa. Hanya saja, tradisi berapi di dapur untuk menghangatkan badan tidak bisa dilepaskan. “Kalau api-api di dapur itu sudah tradisi. Setiap hari kami melakukannya,” tegas petani sayuran itu.Wisatawan asal Malang, Aris Kus merasa beberapa hari cuaca dingin. Saat mengantarkan saudaranya hendak ke Gunung Semeru melalui Ngadas, dia merasa cuaca lebih dingin.Untuk menangkal hawa dingin, dia mengenakan sarung tangan lengkap dengan penutup kepala dan telinga serta jaket tebal. Khusus untuk jaket, dia kenakan jaket dari bulu angsa.”Hangat, kalau pakai lainnya kurang hangat. Penting, jangan pakai jeans biar nggak makin dingin. Ngobrol saja keluar asap, saking dinginnya. Hidung jadi berair dan napas lewat mulut lebih dingin memang,” tandas pegawai Pemkab Malang yang beberapa kali mengantarkan tamu untuk eksplore keindahan Kabupaten Malang itu. (tik/JPC)

Bagikan berita ini:
3
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar