Cukup Pakai Kunci T, Semua Jenis Motor Bisa Digasak Pria Bertato Monster

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Entah apa yang ada di pikiran pria yang satu ini. Karena penjara tidak memberi efek jera bagi dirinya. Ya, Muhammad Rudi (33) sudah tiga kali keluar masuk penjara akibat terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Kali ini Rudi kembali berulah untuk keempat kalinya dengan kasus yang sama. Penjahat lintas provinsi ini tertangkap tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim saat ingin pergi ke Balikpapan. Berkat laporan warga, pelaku diciduk di kawasan jalan poros Balikpapan-Handil Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Jumat (6/7) sekira pukul 17.00 Wita. Warga Jalan Sungai Mariam RT 4 Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara (Kukar) ini menggondol dua unit sepeda motor di dua tempat berbeda yakni Samboja Kukar dan Bontang.

Rudi awalnya mencuri sepeda motor di kawasan Samboja pada Rabu (27/6) atau tepatnya saat warga Kaltim sedang memberikan hak pilihnya di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim. Ketika sepeda motor di dekat Tempat Pemungutan Suara (TPS), pelaku berdalih ingin mencoblos juga. Seakan menunggu antrean panggilan, pelaku berpura-pura duduk di atas sepeda motor dan kemudian melancarkan aksinya.

Dengan bermodalkan kunci T, perlahan motor jenis Yamaha KT 5931 UH dicongkelnya agar bisa menyala. ”Setelah berhasil, dia lihat sekitarnya dulu. Saat semuanya sibuk, motor milik Nugraha yang juga sebagai penjaga TPS akhirnya dibawa kabur,” kata Ditreskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Andhi Tristanto melalui Kasubdit Jatanras, Kompol Yohannes, kemarin (7/7).

Setelah berhasil menggondol motor di Samboja, sepekan kemudian pelaku kembali beraksi di Bontang. Ia berhasil mengambil satu unit sepeda motor jenis Yamaha KT 2623 DN milik Alfian. ”Dari keterangannya, motor ini diambil pada 5 Juli lalu.  Cara mengambilnya juga menggunakan kunci T,” jelasnya.

Dari pengakuan tersangka, setiap melancarkan aksinya dia mengaku datang ke tempat kejadian perkara (TKP) hanya dengan menaiki bus atau angkot. Sebab, dia meyakini bila sampai di tempat tujuan, motor yang diincar bisa didapat. ”Kami juga masih melakukan pengembangan, apakah masih ada TKP lain yang dilakukannya,” papar Yohannes.

Atas kejadian tersebut, pria bertato tersebut kembali harus mendekam di dalam penjara dengan pasal yang disangkakan 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (ham/cal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...