Hamili Anak Kandungnya, Labace Divonis 15 Tahun Penjara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Setelah menjalani 11 kali persidangan, Farman Labuce (50), terdakwa kasus tindak kekerasan seksual terhadap anak kandungnya sendiri, divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim.

Sidang putusan perkara tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Berau pada Rabu (4/7) lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang Prihanto, kepada Berau Post, Kamis (5/7) mengatakan, vonis tersebut jauh lebih berat dari tuntutan 10 tahun penjara yang diajukan pihaknya.

“Saat diputus, terdakwa menyatakan menerima dan tidak mengajukan banding atau pikir-pikir,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (5/7).

Terpidana yang berdomisili di Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk, terbukti menggauli anak kandungnya sendiri sebanyak tiga kali. Sejak Juli hingga 31 Desember 2017 lalu. Motif tindak asusila itu, dijelaskan Nanang karena Farman memang suka jajan di luar dan ditinggal istrinya.

Peristiwa ini terungkap setelah putri kandungnya yang kini berusia 17 tahun diketahui hamil 2 bulan.

“Setelah putrinya itu disetubuhi beberapa kali, kemudian pada 12 Desember 2017 putrinya itu dinikahkan dengan tetangganya. Baru lima hari menikah, putrinya merasa mual-mual dan dibawa ke puskesmas. Ternyata positif hamil 2 bulan. Saat ditanya siapa yang menghamili, putrinya itu menyebut ‘bapaku’,” jelas Nanang.

Nanang melanjutkan, usai mengetahui pelaku, suami korban, Darlin, memutuskan untuk tidak lagi tinggal bersama mertuanya. Namun tidak sampai di situ, aksi bejat Farman berlanjut saat menjemput putrinya di rumah menantunya untuk dibawa ke Kampung Teluk Sulaiman, Bidukbiduk.

“Saat di sana(Teluk Sulaiman, red), putrinya kembali disetubuhi. Itu dilakukan pada 31 Desember 2017 lalu, yang terakhir. Padahal sudah hamil, disetubuhi lagi,” terangnya.

Atas perbuatannya itu, Farman dijerat Pasal 81 Ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak. (*/mar/udi)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar