Kurang Ada Perhatian, Banyak Anak yang Akhirnya Putus Sekolah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TALISAYAN – Hingga kini, masih banyak anak usia sekolah atau wajib belajar 9 tahun belum mendapatkan haknya dalam menempuh pendidikan di bangku sekolah. Di wilayah pesisir selatan Berau misalnya, hampir di setiap kecamatan terdapat anak usia sekolah namun tak bisa mengenyam pendidikan lantaran berbagai persoalan. Mulai dari persoalan ekonomi keluara, jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal, hingga kurangnya kepedulian pihak orangtua dalam memperhatikan pendidikan anaknya.

Di Talisayan sendiri, ujar Camat Talisayan David Pamudji, anak yang putus sekolah masih ditemukan di wilayah administrasinya.

“Untuk wilayah Talisayan memang masih ada anak-anak wajib belajar 9 tahun yang putus sekolah,” ungkapnya, Jumat (6/7). Kendati begitu, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti anak yang putus sekolah tersebut.

Ia menilai, masih adanya anak putus sekolah disebabkan kondisi internal dari keluarga anak itu sendiri. Sebab kata dia, di Talisayan, untuk alasan tidak ada biaya dalam menyekolahkan anak, tidak bisa dijadikan alasan.

“Kalau alasan tidak sekolah karena tidak ada biaya itu tidak tepat,” bebernya.

“Hal ini bisa dilihat dari minimnya daftar masyarakat miskin di tiap kampung yang telah dibiayai ADK. Karena kepedulian orangtua minim dengan pendidikan anaknya, itu yang membuat anak putus sekolah,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap, di tahun ajaran baru ini masyarakat lebih mendukung dan mendorong anaknya yang berusia wajib belajar agar dapat bersekolah.

“Harapan kita semua anak yang sudah berusia sekolah diberikan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Dan orangtua harus memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan anaknya,” pungkasnya. (*/sht/udi)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...