Mangkir dari Pemeriksaan, Pelalu Money Politic Resmi Jadi DPO

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Salah seorang tersangka money politic di Kabupaten Bantaeng, kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hal itu ditetapkan setelah pelaku tak pernah menghadiri pemanggilan pihak sentra Gakumdu Panwaslu Kabupaten Bantaeng.

Pria berinisial MR diketahui telah melakukan tindakan money politic di Desa Pa’jukukang, Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng beberapa waktu lalu. Penetapan DPO oleh Sentra Gakkumdu Panwaslu Bantaeng dilakukan lantaran pelaku telah beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik.

Ketua Panwaslu Bantaeng, Muhammad Saleh mengatakan, bahkan rumahnya yang terletak di Birea, Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng hingga kini terus tertutup.

“Tersangka pelaku money politic di Pa’jukukang kini telah jadi DPO Sentra Gakkumdu Panwas Bantaeng. Dia sudah dipanggil beberapa kali tapi tidak pernah hadir,” jelasnya, Minggu (8/7).

Muhammad Saleh dengan tegas menyatakan tak ada ampun bagi penjahat demokrasi yang terbukti melakukan kejahatan secara hukum.

Dia bahkan akan mengusut tuntas siapapun yang dengan sengaja menyembunyikan atau memberi ruang tersangka melarikan diri.

“Saya sudah dapatkan semua info terkait tersangka, bahkan foto-fotonya. Termasuk jika ada pihak yang sengaja menyuruhnya lari dan sembunyi, juga akan saya usut sampai ke akarnya,” tambahnya.

Menurut Panwaslu, dengan perbuatan money politik itu, pelaku terancaman pidana penjara paling singkat 36 bulan dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling lama 72 bulan dan denda Rp 1 miliar sesuai pasal 73 ayat (4) UU No 10 Tahun 2016. (jejeth/raksul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...