Presisi Quickcount IPI Hanya Beda Nol Koma Dengan Realcount KPU

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Lembaga survei lokal Sulsel seperti Indeks Politica Indonesia (IPI) layak mendapat apresiasi atas prestasinya di Pilkada Serentak 2018.

Selain surveinya berhasil memprediksi pemenang di beberapa pilkada, termasuk Pilkada Gubernur Sulsel, hitung cepat atau quickcount lembaga ini juga presisi dengan hasil perhitungan KPU. Bahkan hanya selisih nol koma.

Di Pilkada Sidrap misalnya, hitung cepat IPI pada hari H pencoblosan 27 Juni kemarin memprediksi pasangan Dollah Mando-Mahmud Yusuf (DOAmu) unggul telak dengan perolehan suara 61,98%.

Sementara rivalnya Fatmawati-Abdul Majid (FatMa) diprediksi IPI hanya meraup suara sebesar 38,02%.

Hasil hitung cepat ini hanya berbeda 0,88% dengan hasil KPU. Rapat pleno perhitungan suara KPU Sidrap menetapkan perolehan suara DOAmu sebesar 61,10% dan FatMa sebesar 38,90%.

Begitupun di Pilkada Luwu, hitung cepat IPI hanya berbeda 0,48% dengan hasil pleno KPU.

Berdasarkan hitung cepat IPI, pasangan Basmin Mattayang-Syukur Bijak leading dengan prediksi perolehan suara sebanyak 61,12%. Sementara rivalnya Patahuddin-Emmy Tallesang harus puas dengan perolehan 39,88% suara.

Sementara hasil rapat pleno KPU Luwu menetapkan perolehan suara Basmin-Syukur sebesar 60,60% dan Pata-Emmy sebesar 39,40.

“Dalam dunia penelitian, yang paling menentukan tepat tidaknya sebuah riset adalah metode yang digunakan. Jika pemilihan metode penelitiannya tepat, tentu hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil KPU,” kata Direktur Eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir saat dikonfirmasi terkait presisi hasil quickcountnya, Minggu (8/7/2018).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...