Suhu Panas, Jamaah Haji Harus Waspadai Heat Stroke

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Perbedaan suhu atau temperatur udara di Tanah Suci akan membuat para jamaah haji sulit beradaptasi. Suhu rata-rata di atas 40 derajat, membutuhkan fisik yang kuat untuk menjalankan semua rukun haji. Salah satu penyakit yang wajib diantisipasi adalah heat stroke. Apa itu?

Heat stroke adalah suatu kondisi di mana tubuh mengalami stroke karena cuaca yang sangat panas. Kondisi suhu tubuh akan meningkat secara cepat karena suhu udara yang terlalu panas. Sebab paparan sinar matahari tak bisa ditoleransi oleh tubuh.

Apalagi, dalam kondisi yang lelah seperti rutinitas para jamaah haji akan rentan terkena penyakit ini. Gejalanya tiba-tiba demam, berkeringat mengucur, sakit kepala, denyut nadi berdetak cepat, mual, muntah, sulit bicara, hingga pingsan. Tentu jika tak mendapatkan penanganan tepat bisa mengancam nyawa.

"Prediksi kami karena peningkatan suhu, maka heat stroke bisa mengancam. Kondisi di mana terjadi akibat suhu panas. Dampaknya organ-organ tubuh mengalami kegagalan fungsi," jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka dalam konferensi pers baru-baru ini.

Maka dia mengimbau selama menjalankan ibadah haji, jamaah sebaiknya menggunakan pakaian menyerap keringat dan cukup cairan. Kemenkes juga membagikan topi dan kacamata hitam gratis kepada jamaah haji tahun ini di Tanah Suci nanti.

Selain heat stroke, ada berbagai macam penyakit lainnya yang sering dialami jamaah haji. Di antaranya penyakit rawat jalan dan penyakit yang harus dirawat inap.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...