Kesal Dihina, Lakufa Habisi Korban dengan Sebatang Kayu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SELAYAR — Lakufa alias Kufa Bin Lamadi, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berencana terhadap korban Mulianti (45) di Dusun Mekar Indah, Desa Pulo Madu, Kecamatan Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu, 28 Maret 2018 lalu.

Kanit Reskrim Polsek Pasimarannu Kepulauan Selayar, Aipda Amir Daus menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus ini di Kejaksaan Negeri Selayar, Senin (9/7/18). Penetapan tersebut setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa sedikitnya 15 orang saksi.

Amir Daus menyebutkan bahwa awalnya penyidik kesulitan untuk menentukan tersangka. Namun dari beberapa keterangan saksi yang melihat langsung gerak mencurigakan tersangka di TKP, akhirnya diinterogasi.

“Saat diinterogasi, tersangka kemudian mengakui semua perbuatannya yang telah membunuh korban (Mulianti) dengan memukulnya menggunakan sebatang kayu sejenis tongkat sebanyak 6 kali,”kata Amir

“Dari keterangan saksi ahli yaitu Salahauddin yang melakukan visum kepada korban, bahwa dari kesemua luka korban yang paling vatal dan mematikan yaitu luka yag ada pada leher bagian belakang, karena pembuluh darah dan tulang leher belakang korban patah dan mematikan yang bahasa medisnya yaitu luka servikal 1 yang mengakibatkan mulut dan hidung korban mengeluarkan darah”terangnya.

Lebih lanjut, Aipda Amir Daus menjelaskan bahwa motif pelaku melakukan pembunuhan karena dendam. Tersangka mengaku bahwa korban selalu menghinanya miskin.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan tindak pidana pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu atau pembunuhan dan atau Penganiayaan yang mengakibatkan matinya Orang. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 Sub Pasal 338 Subs Pasal 351 ayat (3) KUHP pidana.

Sementara itu, Kasubsektor Pasilambena Ipda Abdul Malik yang turut serta dalam penyerahan tersangka dan Barang Bukti, mengatakan bahwa penyerahan Tahap II tersebut dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

” Kejaksaan Negeri Selayar telah menyatakan bahwa Berkas Perkara lengkap (P-21) sejak 5 Juli 2018, oleh karenanya hari ini kita serahkan tersangka dan Barang Bukti kepada Jaksa untuk proses hukum selanjutnya,”ujar Abdul Malik.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar