Beda Nasib, Nahkoda KM Lestari Sudah di Bui, Pemilik Masih Jadi Saksi

Barang bukti yang disita oleh penyidik, yakni tiga lembar potongan tiket golongan empat. Serta barang bukti lainnya.

Direktur Ditreskrimsus Kombes Yudhiawan Wibisono menerangkan, setelah pengusutan kasus ini diambil alih Polda Sulsel, langsung dilakukan pemeriksaan secara maraton. Saksi-saksi dimintai keterangannya sejak Jumat (6/7) hingga Minggu (8/7).

”Setelah pemeriksaan saksi-saksi, hari ini (kemarin) dilakukan gelar perkara. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah nakhoda, serta bagian tiketing yang tahu masalah manifes,” jelas Yudhiawan.

Menurut Yudhiawan, kedua tersangka langsung ditahan karena ancaman hukuman memenuhi syarat, yakni di atas lima tahun. Mereka dijerat UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan Peraturan Menteri Perhubungan.

“Mereka melanggar UU nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dengan ancaman minimal 5 tahun, sehingga dapat langsung dilakukan penahanan,” pungkasnya.

KM Lestari Maju mengalami kebocoran pada bagian lambung dan mesinnya diduga rusak. Berdasarkan manifes, pelayaran kapal dari Pelabuhan Bira, Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kepulauan Selayar, kapal mengangkut 139 penumpang. Namun kenyataannya, jumlah penumpang yang dievakuasi oleh tim Basarnas lebih dari 200 orang.(*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...