Rizal Ramli Cerita Soal Pemilu di Prancis, Begini Katanya

Selasa, 10 Juli 2018 - 09:38 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Menko Maritim Dr Rizal Ramli memberikan contoh tentang Presidential Threeshold ‘sejati’, dalam pemilihan Presiden Prancis.

Sebelum terpilih menjadi Presiden Prancis, Emmanuel Macron mendirikan partai baru bernama La Republique en Marche (LREM) dengan berbekal anggota dari Facebook berjumlah 200 ribu orang.

Partai besutan Macron itu bisa ikut pemilu melawan partai dan tokoh besar. Namun karena rakyat Prancis ingin perubahan, rakyat Prancis pun memilih Macron menjadi Presiden.

Berselang tiga bulan kemudian baru terjadi pemilihan DPR di Prancis. Tokoh besar dan tokoh hebat bergabung dengan partai ‘buram’ Macron.

“Partai ‘buram’ Macron pun tiba- tiba menjadi partai besar, partai mayoritas. Sehingga Presiden tidak perlu ‘dagang sapi’ di DPR, tidak perlu bagi-bagi jabatan, tidak perlu bagi-bagi duit, karena dia mayoritas. Begitu, esensi dari sistem Presidential” ujar Rizal.

Karena itu, dia menilai, pemerintah jangan melakukan manuver-manuver merombak kabinet bila menteri-menteri tersebut gagal mencapai target dari pemerintah.

“Tidak perlu bertukar menteri tidak becus di angkat jadi menteri cuma karena pertimbangan partai,” ucap Rizal menambahkan. (cr-4/idp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.