Kurang Bukti, Sidang Sengketa Tanah Jalan Pramuka Kembali Ditunda

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –  Kasus sengketa tanah di Jalan Pramuka, Rawasari Jakarta Pusat antara Alwi Hamu dan 35 tergugat dengan agenda pembuktian harus ditunda. Bukti yang belum cukup menjadi alasan utama ditundanya persidangan tersebut.

Hakim Ketua Robert, meminta pihak penggugat HM Alwi Hamu untuk melengkapi alat bukti. “Bukti penggugat belum lengkap, olehnya sidang kita tunda pada 18 Juli mendatang,” kata Hakim Ketua dalam persidangan, Rabu (11/7).

Sidang sengketa tanah berlangsung di Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Pusat, sidang yang dimulai pada pukul 15.30 WIB berjalan singkat. Menurut Robert, pada agenda pembuktian, bukti lengkap sangat diperlukan demi kelancaran sidang. “Maka sebaiknya ditunda. Jadi nanti kita mulai pukul 09.00 pagi. Jadi kalau sudah datang tergugat dan penggugat langsung lapor ke panitera,” ungkapnya.

Pada sidang tersebut, lima tergugat menghadiri agenda sidang. Mereka adalah Mayor Chk Mansyur, Yayasan Kesejahteraan Sosial Darma Putra Kostrad, Saad Fadil, Edy Suripman, dan PT Buana Megah Wiratama.

Tim Kuasa Hukum Alwi Hamu, Taib Ohorella, mengatakan, semua bukti pada laporan P-1 hingga P-5 telah terlampir. “Semua bukti sudah ada. Sisa dilampirkan dengan aslinya,” ungkapnya.

Kata Taib, mayoritas bukti pada laporan P-1 hingga P-5 sudah hampir terpenuhi. Pihaknya pun telah siap untuk membeberkan semua kebenaran dari alat bukti yang disiapkan. “Karena mayoritas bukti asli yang substantif sudah ada lampiran aslinya,” ucapnya.

Hanya saja pihaknya menghormati keputusan hakim. Thaib pun yakin sebelum sidang pada 18 Juli, semua bukti telah lengkap. “Kita hormati keputusan hakim. Bukti yang diminta untuk melengkapi semua berkas laporan akan kita penuhi,” pungkasnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...