Polda Sulsel Tahan Pemilik KM Lestari Maju, Ini Alasannya….

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Polda Sulsel menetapkan tiga tersangka atas Tragedi kapal karam di perairan Desa Bongaya Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Selayar saat bertolak dari Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukumba beberapa waktu lalu.

Masing masing tersangka nakhoda kapal berinisial (AS), Perwira Posker Pelabuhan Bira (penerbit SPB) berinisial (KM), serta pemilik kapal Hendra Yuwono.

"Sebelumnya kita tetapkan 2 tersangka yaitu nahkoda dan perwira posker, dan hari ini kita tetapkan pemilik kapal sebagai tersangka,"kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di Ruang Dirkrimsus Polda Sulsel, Rabu (11/7/18).

Sejauh ini, Polda Sulsel masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait karamnya kapal KM Lestari Maju yang menelan korban jiwa sebanyak 36 orang."Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi, namun untuk hari ini kita tetapkan tiga tersangka dulu,"terangnya.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan penetapan  Hendra Yuwono atau pemilik kapal ini sebagai tersangka, karena tidak mengajukan kembali dokumen kesalamatan atau sudah kadaluarsa.

"Jadi dokumen keselamatan ini harus di update, dan kadaluarsanya mungkin lewat dari satu tahun. Ini kan dia melakukan pembiaran terhadap kondisi kapal itu. Saksi-saksi yang kami periksa jumlahnya cukup banyak seperti awak kapal, pihak pelabuhan, kemudian otoritas pelabuhan,"lanjutnya.

Selain itu, kata Dicky, yang perlu di update atau diperbaharui yaitu kompetensi awak kapal. Maksud dari kompetensi awak kapal tersebut adalah kemampuan seorang awak kapal harus memiliki sertifikat.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...