Tentang Kemungkinan Koalisi Umat, Begini Komentar Jimly Asshiddiqie

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dinamika peta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih begitu cair. Meski mulai mengerucut kepada dua poros, namun hal ini masih belum bisa dipastikan.
Bahkan masih kerap muncul kabar terbentuknya koalisi umat yang digagas oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Islam (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, sebetulnya terbentuknya koalisi umat atau poros ketiga tergantung tiga partai, yaitu Demokrat, Golkar dan PKB.

Namun, sejauh ini Golkar dan PKB diperkirakan kuat merapat ke poros petahana Joko Widodo (Jokowi). Sehingga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu yakin Pilpres 2019 hanya akan diikuti oleh dua poros.

“Kuncinya di Demokrat, Golkar dan PKB. Kalau PKB dan Golkar sudah kukuh bersama dengan Jokowi, maka peluang untuk 3 (poros) susah, hanya bisa 2 poros,” ujar Jimly di Kantor ICMI Jalan Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Meski demikian jika nantinya memang poros ketiga betul teralisasi, Jimly berharap tidak disebut dengan koalisi umat. Menurut Jimly, sangat tidak pantas mengatasnamakan umat untuk meraih kekuasaan.

“Saya rasa semua umat jangan dipisah-pisah begitu. Jangan diadu antara umat dan nasional, kalaupun ada 3 (poros), ya tiga-tiganya umat,” tegasnya.

Di sisi lain Jimly juga berpesan agar Islam tidak digunakan sebagai instrumen sebuah keterwakilan atau sikap politik. Sebab, Islam di Indonesia beraneka ragam, tidak bisa dikategorikan hanya satu jenis pendukung poros yang diwacanakan tersebut.

“Islam pun tidak perlu mengkategorikan dirinya sebagai mewakili seluruhnya. Karena umat Islam ini beraneka ragam,” pungkasnya. (sat/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...