Demo Memanas, Kejari Dilempar Telur Busuk – FAJAR –
Daerah

Demo Memanas, Kejari Dilempar Telur Busuk

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Sejumlah mahasiswa dan warga kembali menggelar demo, Selasa (10/7). Mahasiswa dan warga tersebut menyampaikan orasi mereka, atas ketidakpuasan terhadap pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Samarinda atas terdakwa PR, oknum anggota polisi yang tersangkut dugaan praktik tambang ilegal di Kuburan Muslimin Kebun Agung, Lempake. PR dituntut penjara selama 2 tahun ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan.

Sasaran demo mahasiswa tersebut adalah Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang.

“Kami menduga ada ketidakseriusan aparat penegak hukum dalam memproses kasus tambang ilegal ini. Ada indikasi kasus ini menyimpang. Beberapa kali kami mengikuti sidang, waktunya berubah-ubah,” tegas salah seorang mahasiswa, Rohim dalam orasinya.

Dengan berbekal spanduk berisi tuntutan yang dibacakan dalam orasi, yang jadi sasaran demo pertama adalah PN Samarinda. Setelah itu mahasiswa dan warga beralih ke depan Kejari Samarinda. Sempat menyampaikan orasi, perwakilan mahasiswa secara simbolis melemparkan telur busuk ke pintu gerbang Kejari.

“Maksudnya kami mengingatkan, kami  tak ingin Kejari seperti telur busuk ini. Kami meminta tetaplah bekerja dengan baik dan benar dalam menegakkan hukum,” ujar salah seorang mahasiswa.

Setelah itu mahasiswa kembali melanjutkan orasinya di Kejati Kaltim. Usai dari Kejati, barulah mereka membubarkan diri. “Kami berharap pesan yang kami sampaikan ke pihak terkait bisa direspons. Jika tidak, kami akan mengerahkan massa dalam jumlah lebih banyak,” timpal Rohim.

Dalam spanduk yang mereka bawa, mahasiswa juga menuntut agar pejabat Kejari, mulai JPU, Kasi Pidum dicopot. Perwakilan warga, Kasdi mengungkapkan kekecewaannya. “Kabar yang kami terima hal meringankan adalah karena ada perdamaian antara terdakwa (PR, Red) dan warga. Perdamaian seperti apa?. Kalau soal kuburan yang rusak, karena sudah dibenahi mungkin sebagian warga iya. Tapi ini kan masalah tambang dan dampak yang ditimbulkan,” kata Kasdi.
“Kasus ini kan mencuat soal tambangnya, sesuai dakwaan dan tuntutan JPU. Jadi mohon ini jadi pertimbangan dan tangani secara profesional,” kata Kasdi lagi.
Sementara Plt Kasi Intel Kejari Samarinda Arifin Arsyad mengungkapkan, bahwa soal tuntutan tersebut pihak mereka hanya membacakan. “Kami hanya pelaksana dari Kejati saja untuk membacakan tuntutan. Semua berdasarkan fakta-fakta persidangan.  Jika ada indikasi penyimpangan kasus, selama ada bukti silakan laporkan. Ada tempat yang disediakan untuk mengadu,” tantang Arifin.
Arifin yang didampingi Kasi Pidum Zainal menyebutkan, hal meringankan adalah karena dalam berkas perkara disertakanbukti perdamaian antara warga dan PR. “Ada disertakan di berkas. Lengkap dengan tanda tangan dan stempel ketua RT setempat,” tandas Arifin.

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!