Dua Pria Tergeletak di Jalan Dengan Luka Robek di Leher – FAJAR –
Kriminal

Dua Pria Tergeletak di Jalan Dengan Luka Robek di Leher

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR–Masyarakat dihebohkan dengan adanya korban yang tergeletak bersimbah darah di Jalan Estate Sadar Peringkat II, Kecamatan Sekatak, Bulungan, sekitar pukul 22.30 Wita, Minggu (8/7).

Korban diketahui bernama Zulfiadi (27), pekerja di salah satu perusahaan sawit. Kondisi korban mengalami luka serius dibagian leher karena benda tajam. Karena luka tersebut, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban tergeletak di jalan yang sering dilalui karyawan perusahaan sawit. Saat kejadian, motor korban kondisinya masih menyala dan lampu menyorot ke atas. Hal itu membuat warga penasaran dan langsung menghampiri.

Kondisi korban saat ditemukan warga sudah sekarat, karena darah mengucur deras dari leher. Kemudian, warga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekatak untuk ditindaklanjuti. Personel Kepolisian yang mendatangi tempat korban tergeletak, menemukan sepasang sandal, badik, dan parang panjang yang diduga milik pelaku pembunuhan.

Aparat kepolisian mengambil langkah untuk memburu pelaku dengan berkoordinasi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan. Pencarian terhadap pelaku pembunuhan dibantu warga sekitar.

Tak butuh waktu lama, Satreskrim berhasil membekuk tiga tersangka. Yakni, Jabal Nur (21), Fadli (26), dan Isbar (21), sekitar pukul 14.30, Selasa (10/7). Ketiga tersangka diduga melarikan diri setelah menghabisi nyawa korban.

Dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry diwakili Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, tiga tersangka diamankan saat berada di kios. Mereka tidak berhasil melarikan diri karena belum terlalu hafal medan. Ketiganya juga baru dua bulan bekerja di perusahaan sawit yang sama dengan korban bekerja.

Berdasarkan keterangan, tersangka menghabisi nyawa korban karena kesal kerap ditantang berkelahi. Cekcok mulut antara korban dan tersangka merupakan persoalan lama. Bahkan saat berada di kampung halaman.

“Mereka ini bekerja di satu perusahaan yang sama, baik korban maupun tersangka,” ucapnya, Rabu (11/7).

Awalnya, sebelum peristiwa berdarah terjadi, korban bersama adiknya yang bernama Subhan sering adu mulut dengan seorang tersangka. Setiap bertemu, adik dan kakak ini sering mengungkit permasalahan sejak sama-sama di kampung halaman.

Ternyata, permasalahan itu dibawa hingga tempat kerja. Bahkan adik-kakak tersebut menantang tersangka Jabal Nur untuk berkelahi. Tapi hal itu tidak dihiraukan tersangka.

Namun, karena kesabaran Jabal Nur sudah habis, permasalahannya diceritakan kepada tersangka lainnya, Fadli dan Isbar. Kedua tersangka lain pun naik pitam dan menyusun rencana untuk menghabisi korban.

“Rencana awal korban itu mau diracun, tapi di Sekatak tak menemukan penjual racun,” terangnya.

Rencana lain pun disusun, dengan mengadang korban saat di jalan. Seorang tersangka, Jabal Nur, membawa taji ayam untuk habisi nyawa korban.

Pas korban menaiki sepeda motor R15, bertemu dengan ketiga tersangka. Adu mulut kembali terjadi di antara tersangka dan korban.

Tak berpikir panjang, tersangka Jabal Nur menghunjamkan pisau taji ayam yang sudah disiapkan tepat di leher korban. Seketika korban terkapar di jalan dan sepeda motornya rebah.

“Kami lidik mencari keberadaan tersangka dengan dibantu warga. Para tersangka diamankan saat sedang minum di kios,” ungkapnya.

Barang bukti yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) sudah diamankan. Namun, kata Gede, pihaknya tidak menemukan taji ayam yang digunakan untuk menusuk korban.

Karena perbuatannya, ketiga tersangka dikenai Pasal 340 KUHP terkait Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman mati atau maksimal seumur hidup. (uno/rio/iza/k8)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!