Enak Banget, Kabid Suka Bolos Cuma Disanksi Pembinaan – FAJAR –
Kriminal

Enak Banget, Kabid Suka Bolos Cuma Disanksi Pembinaan

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, PENAJAM–Christian Nur Slamet (CNS) lolos dari pemecatan. Ya, pejabat eselon IIIB di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang sempat bolos selama 235 hari itu hanya menerima sanksi penurunan pangkat atau penurunan jabatan dari. Bupati PPU selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) hanya memberikan sanksi pembinaan untuk mantan Kepala Bidang (Kabid) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten PPU.

Sebelumnya, Tim Pemberian Sanksi Disiplin yang diketuai Inspektur Inspektorat Haeran Yusni merekomendasikan pemberian sanksi disiplin kepada CNS, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Ada empat sanksi yang bisa dipilih PPK, yakni penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat.

“Dari dulu, tidak ada di kamus saya ingin memberhentikan orang. Saya hanya membina, sesuai dengan Pejabat Pembina Kepegawaian. Membina terus, kalau ada kesalahan, kita tegur. Kita hukum. Selesai,” kata Yusran Aspar saat ditemui kemarin.

Bupati PPU dua periode ini menyebut, surat rekomendasi dari Tim Sanksi Disiplin belum diterimanya. Saat ditanya apakah pemberhentian dengan hormat bakal dipilihnya, suami dari Rustini ini menyebut tidak akan memutuskan hal tersebut. “Ya enggak lah (pemberhentian). Nanti kita lihat rekomendasinya dulu. Kita bina dulu lah. Kecuali berdasarkan undang-undang, itu diberhentikan. Itu pun masih saya upayakan. Contohnya (mantan) Kabag Pembangunan, Edy Subiantoro. Masih saya surati MenPAN-RB. Tapi, jawabannya enggak bisa. Jadi, tolong dipahami karakter saya,” seloroh Yusran seraya terkekeh.

Pembahasan mengenai pemberian sanksi disiplin berat untuk CNS telah dilakukan pada Jumat (6/7) lalu di Kantor Inspektorat Kabupaten PPU, Jalan Propinsi Km 1,5 Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam. Ada tujuh orang yang tergabung dalam tim pemberian sanksi disiplin kepada CNS yang hadir pada rapat yang dilaksanakan di ruang kerja Inspektur Inspektorat itu.

Mereka yang hadir adalah Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Surodal Santoso dan Kasubid Status dan Kependudukan Hukum BKPP  Iwan Darmawan, lalu Sekretaris Bapelitbang Hadi Saputro, serta Inspektur Inspektorat Haeran Yusni bersama tiga auditornya. Setelah diputuskan tim, selanjutnya, BKPP akan menyampaikan rekomendasi sanksi disiplin itu kepada bupati.

Menurutnya, pemberian sanksi tersebut tidak membutuhkan waktu yang relatif lama. Sebab, bupati hanya perlu memilih satu dari empat rekomendasi sanksi disiplin berat untuk CNS. “Bupati tinggal milih (sanksi disiplin beratnya). Setelah itu, dibuatkan SK (surat keputusan), dan selesai,” ujar Inspektur Inspektorat Haeran Yusni.

Untuk diketahui, menurut data Bapelitbang, tindakan indisipliner CNS juga pernah dilakukan saat Bapelitbang masih bernama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kala itu, Kepala Bappeda dijabat Puguh Sumitro. Ada dua kali teguran lisan secara tertulis diberikan kepadanya. Christian waktu itu menjabat Kabid Penelitian, Pelaporan, Evaluasi Bappeda lantaran tidak masuk selama enam hari selama Juni 2016. Lalu, tidak masuk selama tujuh hari pada Juli 2016.

CNS yang juga keponakan Bupati PPU Yusran Aspar ini sempat diusulkan Bapelitbang untuk mendapat sanksi disiplin berat. Sebab, tidak masuk kerja selama 97 hari. Mulai Juni hingga 6 November 2017. Akan tetapi, Bupati PPU hanya memberikan sanksi disiplin ringan, berupa teguran tertulis. Pertimbangan Yusran karena CNS merasa jabatannya tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. (*/kip/iza/k11)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!