Berani Amat, Jambret Beraksi di Siang Bolong

Minggu, 15 Juli 2018 - 20:15 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Warga di kawasan Kampung Baru Ujung atau tepatnya di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, pada Kamis (12/7) sekira pukul 14.00 Wita dihebohkan dengan teriakan seorang warga.

“Jambretttttttttt…jambretttttt…,” teriak seorang wanita.

Sontak saja, teriakan tersebut mengundang warga sekitar untuk keluar rumah. Saksi mata mengatakan, dia melihat dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matik dengan kecepatan tinggi dikejar warga. Tapi kedua pelaku yang merampas kalung dari leher seorang wanita tersebut, berhasil kabur.

“Kejadiannya itu siang, korbannya tetangga saya di depan rumah. Saat dia turun dari mobil, tiba-tiba kalungnya dijambret,” ujar Aya, salah seorang warga Kampung Baru Ujung yang melihat kejadian tersebut.

Menurutnya, kasus penjambretan di wilayah tersebut sudah beberapa kali terjadi. Korbannya merupakan warga sekitar. Dia menyebut, kasus serupa juga terjadi sebulan lalu. Korbannya, Yuli yang sedang berjalan kaki, tiba-tiba kalung yang dikenakannya ditarik dari belakang oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.

“Sudah ada beberapa kali terjadi di sini. Tidak tahu mereka sudah laporan ke polisi atau tidak,” kata Aya.

Dia pun berharap, kepolisian dapat melakukan patroli di kawasan Baru Ulu, tepatnya dari Gunung Manunggal sampai Kampung Baru Ujung.

“Kami sebagai warga, apalagi saya perempuan jadi takut ketika berada di luar rumah. Karena sudah beberapa kali kejadian seperti itu (jambret, Red). Kami mohon sering-sering saja dipatroli kawasan sini. Jangankan gitu, drum, bakaran ikan, dan mainan kuda-kudaan anak saya saja hilang dimalingin orang,” imbuhnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kapolsek Balikpapan Barat Kompol I Putu Yasa mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan terkait kasus penjambretan yang terjadi di wilayah hukumnya. Bahkan, dia menyebut laporan yang masuk hanya masalah pencurian dalam keluarga dan penganiayaan.

“Tidak ada laporan yang masuk ke kami, setahu saya kejahatan di barat sepi,” tegas Putu Yasa.

Putu Yasa menyebut, selama ini pihaknya telah menekankan untuk terus melakukan patroli rutin wilayah. Bahkan, operasi premanisme dan patroli unit kecil lengkap (UKL) kembali digencarkan pasca Pemilihan Gubernur Kaltim.

“Kami lebih kepada tindakan preventif dengan giat patroli sepeda, kendaraan bermotor roda dua dan roda empat di daerah-daerah rawan curat, curas, dan curanmor,” tandasnya. (pri/cal/k1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.