Kesulitan Rekrut Siswa, Sertifikasi Guru Terancam Hangus

Bukannya antusias menyongsong tahun ajaran baru, guru SMPN 32 Banjarmasin malah galau. Mereka menghadapi tiga kelas kosong. Taruhannya dua: pamor sekolah menurun dan tunjangan sertifikasi hangus.

MENGENAKAN kaus berkerah dan sandal selop, Haris Fadillah duduk sendiri di loket daftar ulang, kemarin (13/7) pagi. Mestinya dia bersantai di rumah bersama keluarga. Menikmati masa liburan hingga tahun ajaran baru dimulai, Senin (16/7) depan.

Namun, Wali Kelas IX SMPN 32 itu malah ke sekolah. Berharap ada calon murid yang datang mendaftar. "Ini usaha terakhir kami. Kalau tak ada juga yang datang mendaftar, ya sudahlah," ujarnya.

Sebenarnya, daftar ulang sudah ditutup Selasa (10/7) tadi. Tapi di sini, sekolah berinisiatif memperpanjang hingga Sabtu (14/7). Dengan setengah putus asa, para guru menanti-nanti kedatangan calon murid baru.

Sekolah di Jalan Alalak Utara itu berdaya tampung 109 pendaftar asal Banjarmasin. Plus enam slot untuk luar kota. Faktanya, selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online dibuka, 2-4 Juli kemarin, hanya 38 pendaftar yang datang.

Sedangkan yang menempuh daftar ulang baru 22 siswa. Praktis, dari empat kelas VII yang hendak dibuka, hanya satu terisi. Tiga kelas lain terpaksa dibiarkan kosong. "Satu kelas itu pun tak memenuhi target. Idealnya 32 siswa per kelas," imbuhnya.

Haris mengaku tak habis pikir. Pada PPDB Online tahun 2017, mereka berhasil memperoleh 70 siswa baru untuk tiga kelas. "Tahun ini, Allahuakbar, turun drastis," tukasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...